<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-872378018117835037</id><updated>2011-04-22T05:39:21.168+07:00</updated><title type='text'>Masyhadi Anas site</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://masyhadianas.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masyhadianas.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Taman Masyhadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13670500602074341108</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SRuWheGJZkI/AAAAAAAAAAk/1Q63mRsfcFg/S220/DSC05469.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872378018117835037.post-614688556907115458</id><published>2008-12-31T11:04:00.000+07:00</published><updated>2008-12-31T11:07:29.408+07:00</updated><title type='text'>Desentralisasi dan Demokratisasi Pendidikan di Era Otonomi Daerah</title><content type='html'> &lt;br /&gt;Oleh Unggul Sagena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan dalam perspektif demokrasi adalah sebuah komponen yang vital. Dalam&lt;br /&gt;membangun demokrasi, proses pendidikan yang menjadikan warga negara yang&lt;br /&gt;merdeka, berpikir kritis dan sangat familiar dalam praktik-praktik demokrasi.&lt;br /&gt;Sejarah mencatat, intelektual-intelektual bangsa yang berpendidikan barat lah&lt;br /&gt;yang memegang peranan penting sebagai penggagas ghirah kebangsaan dan sekaligus&lt;br /&gt;sebagai founding fathers berdirinya republik ini.&lt;br /&gt;Namun tak kurang pula, pendidikan yang telah dikenyam pemimpin bangsa, ketika&lt;br /&gt;berubah menjadi suatu rejim yang otoriter maka pendidikan yang diberikan oleh&lt;br /&gt;pemerintah (baca: penguasa) menuntut penerimaan masyarakat secara paksa&lt;br /&gt;(passive acceptance). Masa otonomi daerah ditandai dengan implementasi UU No.22&lt;br /&gt;tahun 1999 yang direvisi dan diganti dengan UU No.32 tahun 2004 tentang&lt;br /&gt;Pemerintahan Daerah. Dalam kedua UU inilah perspektif demokratisasi pendidikan&lt;br /&gt;memiliki fondasi dasarnya sebelum diterbitkan peraturan-pemerintah (PP) maupun&lt;br /&gt;Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur lebih lanjut tentang pendidikan ini,&lt;br /&gt;selain UU Sisdiknas itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan Pendidikan&lt;br /&gt;Perjalanan pendidikan nasional yang panjang mencapai suatu masa yang&lt;br /&gt;demokratis-kalau tidak dapat disebut liberal-ketika pada saat ini otonomisasi&lt;br /&gt;pendidikan melalui berbagai instrumen kebijakan, mulai UU No. 2 tahun 2003&lt;br /&gt;tentang Sistem Pendidikan Nasional, privatisasi perguruan tinggi negeri-dengan&lt;br /&gt;status baru yaitu Badan Hukum Milik Negara (BHMN) melalui PP No. 60 tahun 2000,&lt;br /&gt;sampai UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 33 tahun&lt;br /&gt;2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan&lt;br /&gt;Daerah yang mengatur konsep, sistem dan pola pendidikan, pembiayaan pendidikan,&lt;br /&gt;juga kewenangan di sektor pendidikan yang digariskan bagi pusat maupun daerah.&lt;br /&gt;Dalam konteks ini pula, pendidikan berusaha dikembalikan untuk melahirkan&lt;br /&gt;insan-insan akademis dan intelektual yang diharapkan dapat membangun bangsa&lt;br /&gt;secara demokratis, bukan menghancurkan bangsa dengan budaya-budaya korupsi&lt;br /&gt;kolusi dan nepotisme, dimana peran pendidikan (agama, moral dan kenegaraan)&lt;br /&gt;yang didapat dibangku sekolah dengan tidak semestinya. Dalam kondisi yang&lt;br /&gt;demikian, mungkin benar ungkapan yang mengatakan "negeri ini dihancurkan oleh&lt;br /&gt;kaum intelektualnya sendiri". Apa sebab, karena pendidikan nasional selama ini&lt;br /&gt;bertekuk lutut kepada kepentingan penguasa.&lt;br /&gt;Pendidik, yaitu guru dan dosen yang tidak mengikuti sistem akan terlibas,&lt;br /&gt;sehingga murid yang kelak akan menjadi pemimpin negeri ini mendapatkan&lt;br /&gt;pendidikan yang tidak bermutu. Pendidikan disequillibrum antara pendidikan&lt;br /&gt;moral dan agama dengan sains. Perilaku yang dibentuk generasi "pendidikan&lt;br /&gt;otoriter" demikian banyak melahirkan pribadi yang terbelah tak seimbang,&lt;br /&gt;mengutip Abidin (2000), pendidikan seperti ini too much science too little&lt;br /&gt;faith, lebih banyak ilmu dengan tipisnya kepercayaan keyakinan agama.&lt;br /&gt;Desentralisasi pendidikan, merupakan salah satu cara di masa "pendidikan&lt;br /&gt;otoriter" tidak lagi dianut, alias masa pendidikan di era otonomi daerah. Era&lt;br /&gt;yang dimulai secara formal melalui produk kebijakan otonomi pendidikan&lt;br /&gt;perguruan tinggi, kebijakan desentralisasi pendidikan yang mengacu pada UU No.&lt;br /&gt;22 tahun 1999 dan No. 25 tahun 1999 yang direvisi menjadi UU No. 32 tahun 2004&lt;br /&gt;dan No. 33 tahun 2004 dimana dapat ditangkap prinsip-prinsip dan arah baru&lt;br /&gt;dalam pengelolaan sektor pendidikan dengan mengacu pada pembagian kewenangan&lt;br /&gt;antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota)&lt;br /&gt;serta perimbangan keuangan antara pusat dan daerah.&lt;br /&gt;Implikasi otonomi daerah bagi sektor pendidikan sangat tergantung pada&lt;br /&gt;pembagian kewewenangan di bidang pendidikan yang akan ditangani pemerintah&lt;br /&gt;pusat dan pemerintah daerah disisi lain. Lalu sebuah sistem pendidikan nasional&lt;br /&gt;yang disahkan melalui UU Sisdiknas dimana beberapa muatan dalam kebijakan ini&lt;br /&gt;secara tidak langsung mencoba melakukan perbaikan mutu pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokratisasi Pendidikan&lt;br /&gt;Telah disebutkan dimuka bahwa pendidikan, dalam bahasa lain, mereformasi&lt;br /&gt;dirinya sendiri sesuai tuntutan demokratisasi dan terutama perbaikan&lt;br /&gt;institusi-institusi pencetak aset-aset masa depan bangsa ini agar tidak seperti&lt;br /&gt;pendahulunya. Konsep desentralisasi yang diusung pemerintah dan didukung&lt;br /&gt;berbagai elemen demokrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di negeri ini melahirkan berbagai kebijakan yang memiliki implikasi positif&lt;br /&gt;terhadap pendidikan nasional.&lt;br /&gt;Demokratisasi pendidikan terkait dengan beberapa masalah utama, antara lain&lt;br /&gt;desentralisasi pendidikan melalui perangkat kebijakan pemerintah yaitu&lt;br /&gt;Undang-undang yang mengatut tentang pendidikan di negara kita.&lt;br /&gt;Namun perlu diketahui bahwa menurut Alisjahbana (2000), mengacu pada Burki&lt;br /&gt;et.al. (1999) menyatakan bahwa desentralisasi pendidikan ini secara konseptual&lt;br /&gt;dibagi menjadi dua jenis.&lt;br /&gt;Pertama, desentralisasi kewenangan di sektor pendidikan. Desentralisasi lebih&lt;br /&gt;kepada kebijakan pendidikan dan aspek pendanaannya dari pemerintah pusat ke&lt;br /&gt;pemerintah daerah.&lt;br /&gt;Kedua, desentralisasi pendidikan dengan fokus pada pemberian kewenangan yang&lt;br /&gt;lebih besar di tingkat sekolah.&lt;br /&gt;Konsep pertama berkaitan dengan desentralisasi penyelenggaraan pemerintahan&lt;br /&gt;dari pusat ke daerah sebagai bagian demokratisasi. Konsep kedua lebih fokus&lt;br /&gt;mengenai pemberian kewenangan yang lebih besar kepada manajemen di tingkat&lt;br /&gt;sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan.&lt;br /&gt;Dua hal ini mungkin sekali pelaksanaannya tergantung situasi kondisinya.&lt;br /&gt;Walaupun evaluasi mengisyaratkan belum optimalnya pendidikan Indonesia di bawah&lt;br /&gt;kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tersebut, yakni masih berkisar&lt;br /&gt;pada tataran desentralisasi pendidikan dengan model pertama, yang merupakan&lt;br /&gt;bagian dari desentralisasi politik dan fiskal (financing terhadap pendidikan&lt;br /&gt;regional), akan tetapi peningkatan kualitas proses belajar mengajar dan&lt;br /&gt;kualitas dari hasil proses belajar mengajar tersebut diharapkan juga&lt;br /&gt;berlangsung.&lt;br /&gt;Untuk itulah partisipasi orang tua, masyarakat, dan guru sangat penting untuk&lt;br /&gt;mereformasi pendidikan ini, selain memecahkan masalah finansial melalui&lt;br /&gt;langkah-langkah yang diformulasi pemerintah baik pusat maupun daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urgensi Desentralisasi&lt;br /&gt;Reformulasi konsep pendidikan dan rekonstruksi fondasi pendidikan nasional,&lt;br /&gt;utamanya menyangkut hak-hak pendidikan masyarakat dan nilai-nilai dasar&lt;br /&gt;pendidikan saat ini mutlak untuk dipikirkan (rethinking) dan direaktualisasi.&lt;br /&gt;Salah satu konsepnya adalah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang mulai&lt;br /&gt;diimplementasikan pada sekolah-sekolah dasar dan menengah di beberapa provinsi,&lt;br /&gt;mungkin juga konsep pendidikan "masyarakat belajar" bagi masyarakat akademis&lt;br /&gt;seperti digagas Murbandono Hs (1999) yang menurutnya bukanlah utopia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian dalam konteks ini, kebijakan otonomi daerah (melalui&lt;br /&gt;diterbitkannya UU No. 32 tahun 2004 dan UU No.33 tahun 2004) dan desentralisasi&lt;br /&gt;pendidikan dalam rangka perbaikan pendidikan ini sangat perlu dan mendesak.&lt;br /&gt;Berhubung keran demokrasi dan demokratisasi begitu membahana pada masa&lt;br /&gt;reformasi sekarang ini, maka reformasi pendidikan mutlak bagi bangsa ini dan&lt;br /&gt;dapat segera diwujudkan menyusul semakin pentingnya sektor pendidikan dijadikan&lt;br /&gt;prioritas utama pembangunan, dimana pembiayaan dan kewenangan menjadi fokus&lt;br /&gt;utama dalam reformasi pendidikan tekait dengan desentralisasi pendidikan di era&lt;br /&gt;otonomi daerah saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti Forum Studi Kebijakan (FORBI) Departemen Ilmu Administrasi,&lt;br /&gt;Universitas Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872378018117835037-614688556907115458?l=masyhadianas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.sinarharapan.co.id/berita/0503/26/opi02.html' title='Desentralisasi dan Demokratisasi Pendidikan di Era Otonomi Daerah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masyhadianas.blogspot.com/feeds/614688556907115458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=872378018117835037&amp;postID=614688556907115458' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/614688556907115458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/614688556907115458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masyhadianas.blogspot.com/2008/12/desentralisasi-dan-demokratisasi.html' title='Desentralisasi dan Demokratisasi Pendidikan di Era Otonomi Daerah'/><author><name>Taman Masyhadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13670500602074341108</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SRuWheGJZkI/AAAAAAAAAAk/1Q63mRsfcFg/S220/DSC05469.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872378018117835037.post-7162290127346351918</id><published>2008-12-30T19:08:00.007+07:00</published><updated>2008-12-30T20:35:35.303+07:00</updated><title type='text'>Perkesa 80 vs Arema malang</title><content type='html'>nglencer ke bale kambang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemarin tanggal 28 Desember 2008 perkesa 80 dan simpatisan nglencer ke panti bale kambang malang.&lt;br /&gt;acara ini digelar bertujuan untuk mempererat kekompakan antara pemain, offisial dan suporter.&lt;br /&gt;seharusnya kami juga akan bertanding melawan Arema malang. tapi kenyataanya kami bukan apa-apa hanya tim desa yang hanya bisa berharap ( jadi kayak projec pop he...he..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi memang luar biasa banyak pengalaman yang kami dapat jadi pingin juga bagi-bagi tentang bale kambang. buat teman-teman yang pingin refresing ke sana  boleh simak dulu kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantai Balekambang terletak di Kecamatan Bantur 65 km, sebelah selatan kota Malang. Pantai Balekambang ini cukup indah dan menawan. Hal ini didukung pula dengan fasilitas yang memadai, tempat parkir yang luas, camping ground, kios cinderamata, rumah makan, mck, kantor informasi, bungalow sedeharna, kolam renang dan bumi kemah pramuka, mushola dan pendopo. Pantai landai ini dipenuhi dengan karang laut, yang membentang sepanjang 2 km dengan lebar 200 meter ke arah laut, sewaktu air laut surut, maka akan tampak di atas air dan disela-selanya berbagai jenis ikan-ikan hias kecil yang beraneka ragam. Selain itu, di lepas pantai nampak tiga buah pulau berjajar ke arah barat, Pulau Ismoyo, pulau Anoman dan Pulau Wisanggeni. Tepat di atas Pulau Ismoyo berdiri megah sebuah Pura,yang bernama Pura Luhur Amertha Jati. Untuk mencapai Pura ini, Anda dapat melalui sebuah jembatan setapak dengan lebar 1,5 meter. Pada bulan Suro, Pantai Balekambang cukup ramai di datangi wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Ada acara yang khusus di Pantai Balekambang ini yaitu Upacara Surohan (Suro'an) dan Upacara Jalanidhi Puja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Mencapai Daerah Ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantai ini dapat dicapai melalui Kecamatan Gondanglegi dan Kecamatan Bantur, dilanjutkan ke Desa Srigonco ataupun melalui Kecamatan Kepanjen, Kecamatan Pagak belok ke kiri ke arah Kecamatan Bantur dengan menggunakan kendaraan, baik mobil ataupun motor. Harap di cek kendaran anda sebelum berangkat karena untuk menuju pantai tersebut melewati jalan sempit  yang naik turun dan terkadang memasuki hutan. Ok selamat nglencer ria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SVoaocxzMvI/AAAAAAAAAD0/e8R5ntxkV3g/s200/DSC07045.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285566394894856946" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SVoaoIi89LI/AAAAAAAAADs/oF2wYal5Bkg/s200/DSC07006.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285566389463872690" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872378018117835037-7162290127346351918?l=masyhadianas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masyhadianas.blogspot.com/feeds/7162290127346351918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=872378018117835037&amp;postID=7162290127346351918' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/7162290127346351918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/7162290127346351918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masyhadianas.blogspot.com/2008/12/perkesa-80-vs-arema-malang.html' title='Perkesa 80 vs Arema malang'/><author><name>Taman Masyhadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13670500602074341108</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SRuWheGJZkI/AAAAAAAAAAk/1Q63mRsfcFg/S220/DSC05469.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SVoaocxzMvI/AAAAAAAAAD0/e8R5ntxkV3g/s72-c/DSC07045.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872378018117835037.post-5986999832554159595</id><published>2008-12-26T00:28:00.000+07:00</published><updated>2008-12-26T00:29:47.350+07:00</updated><title type='text'>Pembelajaran Kontekstual</title><content type='html'>A. Latar belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kecendrungan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya, bukan memgetahuinya. Pembelajaran yang berorientasi pada penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi menggingat jangka pendek tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan kontektual (Contextual Teaching and Learning /CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep itu, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlansung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kelas kontektual, tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Maksudnya, guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru.Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pemikiran tentang belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan kontekstual mendasarkan diri pada kecenderungan pemikiran tentang belajar sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Proses belajar&lt;br /&gt;Belajar tidak hanya sekedar menghafal. Siswa harus mengkontruksi pengetahuan di benak mereka.&lt;br /&gt;Anak belajar dari mengalami. Anak mencatat sendiri pola-pola bermakna dari pengetahuan baru, dan bukan diberi begitu saja oleh guru.&lt;br /&gt;Para ahli sepakat bahwa pengetahuan yang dimiliki sesorang itu terorganisasi dan mencerminkan pemahaman yang mendalam tentang sesuatu persoalan.&lt;br /&gt;Pengetahuan tidak dapat dipisah-pisahkan menjadi fakta-fakta atau proposisi yang terpisah, tetapi mencerminkan keterampilan yang dapat diterapkan.&lt;br /&gt;Manusia mempunyai tingkatan yang berbeda dalam menyikapi situasi baru.&lt;br /&gt;Siswa perlu dibiasakan memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya, dan bergelut dengan ide-ide.&lt;br /&gt;Proses belajar dapat mengubah struktur otak. Perubahan struktur otak itu berjalan terus seiring dengan perkembangan organisasi pengetahuan dan keterampilan sesorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Transfer Belajar&lt;br /&gt;Siswa belajar dari mengalami sendiri, bukan dari pemberian orang lain.&lt;br /&gt;Keterampilan dan pengetahuan itu diperluas dari konteks yang terbatas (sedikit demi sedikit)&lt;br /&gt;Penting bagi siswa tahu untuk apa dia belajar dan bagaimana ia menggunakan pengetahuan dan keterampilan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Siswa sebagai Pembelajar &lt;br /&gt;Manusia mempunyai kecenderungan untuk belajar dalam bidang tertentu, dan seorang anak mempunyai kecenderungan untuk belajar dengan cepat hal-hal baru.&lt;br /&gt;Strategi belajar itu penting. Anak dengan mudah mempelajari sesuatu yang baru. Akan tetapi, untuk hal-hal yang sulit, strategi belajar amat penting.&lt;br /&gt;Peran orang dewasa (guru) membantu menghubungkan antara yang baru dan yang sudah diketahui.&lt;br /&gt;Tugas guru memfasilitasi agar informasi baru bermakna, memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan dan menerapkan ide mereka sendiri, dan menyadarkan siswa untuk menerapkan strategi mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pentingnya Lingkungan Belajar&lt;br /&gt;Belajar efektif itu dimulai dari lingkungan belajar yang berpusat pada siswa. Dari guru akting di depan kelas, siswa menonton ke siswa akting bekerja dan berkarya, guru mengarahkan.&lt;br /&gt;Pengajaran harus berpusat pada bagaimana cara siswa menggunakan pengetahuan baru mereka.Strategi belajar lebih dipentingkan dibandingkan hasilnya.&lt;br /&gt;Umpan balik amat penting bagi siswa, yang berasal dari proses penilaian yang benar.&lt;br /&gt;Menumbuhkan komunitas belajar dalam bentuk kerja kelompok itu penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Hakekat Pembelajaran Kontekstual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajarn kontekstual (Contextual Teaching and learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif, yakni: konstruktivisme (Constructivism), bertanya (Questioning), menemukan ( Inquiri), masyarakat belajar (Learning Community), pemodelan (Modeling), dan penilaian sebenarnya (Authentic Assessment)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Pengertian Pembelajaran Kontekstual&lt;br /&gt;Merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/ keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya.&lt;br /&gt;Merupakan konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata dan mendorong pebelajar membuat hubungan antara materi yang diajarkannya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Perbedaan Pendekatan Kontekstual dengan Pendekatan Tradisional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontekstual&lt;br /&gt;Menyandarkan pada pemahaman makna.&lt;br /&gt;Pemilihan informasi berdasarkan kebutuhan siswa.&lt;br /&gt;Siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.&lt;br /&gt;Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata/masalah yang disimulasikan.&lt;br /&gt;Selalu mengkaitkan informasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa.&lt;br /&gt;Cenderung mengintegrasikan beberapa bidang.&lt;br /&gt;Siswa menggunakan waktu belajarnya untuk menemukan, menggali, berdiskusi, berpikir kritis, atau mengerjakan proyek dan pemecahan masalah (melalui kerja kelompok).&lt;br /&gt;Perilaku dibangun atas kesadaran diri.&lt;br /&gt;Keterampilan dikembangkan atas dasar pemahaman.&lt;br /&gt;Hadiah dari perilaku baik adalah kepuasan diri. yang bersifat subyektif.&lt;br /&gt;Siswa tidak melakukan hal yang buruk karena sadar hal tersebut merugikan.&lt;br /&gt;Perilaku baik berdasarkan motivasi intrinsik.&lt;br /&gt;Pembelajaran terjadi di berbagai tempat, konteks dan setting.&lt;br /&gt;Hasil belajar diukur melalui penerapan penilaian autentik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisional&lt;br /&gt;Menyandarkan pada hapalan&lt;br /&gt;Pemilihan informasi lebih banyak ditentukan oleh guru.&lt;br /&gt;Siswa secara pasif menerima informasi, khususnya dari guru.&lt;br /&gt;Pembelajaran sangat abstrak dan teoritis, tidak bersandar pada realitas kehidupan.&lt;br /&gt;Memberikan tumpukan informasi kepada siswa sampai saatnya diperlukan.&lt;br /&gt;Cenderung terfokus pada satu bidang (disiplin) tertentu.&lt;br /&gt;Waktu belajar siswa sebagian besar dipergunakan untuk mengerjakan buku tugas, mendengar ceramah, dan mengisi latihan (kerja individual).&lt;br /&gt;Perilaku dibangun atas kebiasaan.&lt;br /&gt;Keterampilan dikembangkan atas dasar latihan.&lt;br /&gt;Hadiah dari perilaku baik adalah pujian atau nilai rapor.&lt;br /&gt;Siswa tidak melakukan sesuatu yang buruk karena takut akan hukuman.&lt;br /&gt;Perilaku baik berdasarkan motivasi entrinsik.&lt;br /&gt;Pembelajaran terjadi hanya terjadi di dalam ruangan kelas.&lt;br /&gt;Hasil belajar diukur melalui kegiatan akademik dalam bentuk tes/ujian/ulangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Penerapan Pendekatan Kontekstual Di Kelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran Kontekstual dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja, bidang studi apa saja, dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. Pendekatan Pembelajaran Kontekstual dalam kelas cukup mudah. Secara garis besar, langkahnya sebagai berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya&lt;br /&gt;Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik&lt;br /&gt;kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya.&lt;br /&gt;Ciptakan masyarakat belajar.&lt;br /&gt;Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran&lt;br /&gt;Lakukan refleksi di akhir pertemuan&lt;br /&gt;Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Tujuh Komponen Pembelajaran Kontekstual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Konstruktivisme&lt;br /&gt;Membangun pemahaman mereka sendiri dari pengalaman baru berdasar pada pengetahuan awal.&lt;br /&gt;Pembelajaran harus dikemas menjadi proses “mengkonstruksi” bukan menerima pengetahuan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Inquiry&lt;br /&gt;Proses perpindahan dari pengamatan menjadi pemahaman.&lt;br /&gt;Siswa belajar menggunakan keterampilan berpikir kritis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Questioning (Bertanya)&lt;br /&gt;Kegiatan guru untuk mendorong, membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa.&lt;br /&gt;Bagi siswa yang merupakan bagian penting dalam pembelajaran yang berbasis inquiry&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Learning Community (Masyarakat Belajar)&lt;br /&gt;Sekelompok orang yang terikat dalam kegiatan belajar.&lt;br /&gt;Bekerjasama dengan orang lain lebih baik daripada belajar sendiri.&lt;br /&gt;Tukar pengalaman.&lt;br /&gt;Berbagi ide&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Modeling (Pemodelan)&lt;br /&gt;Proses penampilan suatu contoh agar orang lain berpikir, bekerja dan belajar.&lt;br /&gt;Mengerjakan apa yang guru inginkan agar siswa mengerjakannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Reflection ( Refleksi)&lt;br /&gt;Cara berpikir tentang apa yang telah kita pelajari.&lt;br /&gt;Mencatat apa yang telah dipelajari.&lt;br /&gt;Membuat jurnal, karya seni, diskusi kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Authentic Assessment (Penilaian Yang Sebenarnya)&lt;br /&gt;Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa.&lt;br /&gt;Penilaian produk (kinerja).&lt;br /&gt;Tugas-tugas yang relevan dan kontekstual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Karakteristik Pembelajaran Kontekstual &lt;br /&gt;Kerjasama&lt;br /&gt;Saling menunjang&lt;br /&gt;Menyenangkan, tidak membosankan&lt;br /&gt;Belajar dengan bergairah&lt;br /&gt;Pembelajaran terintegrasi&lt;br /&gt;Menggunakan berbagai sumber&lt;br /&gt;Siswa aktif&lt;br /&gt;Sharing dengan teman&lt;br /&gt;Siswa kritis guru kreatif&lt;br /&gt;Dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa, peta-peta, gambar, artikel, humor dan lain-lain&lt;br /&gt;Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor tetapi hasil karya siswa, laporan hasil pratikum, karangan siswa dan lain-lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Menyusun Rencana Pembelajaran Berbasis Kontekstual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembelajaran kontekstual, program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru, yang berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. Dalam program tercermin tujuan pembelajaran, media untuk mencapai tujuan tersebut, materi pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan authentic assessmennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks itu, program yang dirancang guru benar-benar rencana pribadi tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. Sekali lagi, yang membedakannya hanya pada penekanannya. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (jelas dan operasional), sedangkan program untuk pembelajaran kontekstual lebih menekankan pada skenario pembelajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar itu, saran pokok dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis kontekstual adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;Nyatakan kegiatan pertama pembelajarannya, yaitu sebuah pernyataan kegiatan siswa yang merupakan gabungan antara Standar Kompetensi, Kompetensi dasar, Materi Pokok dan Pencapaian Hasil Belajar.&lt;br /&gt;Nyatakan tujuan umum pembelajarannya.&lt;br /&gt;Rincilah media untuk mendukung kegiatan itu&lt;br /&gt;Buatlah skenario tahap demi tahap kegiatan siswa&lt;br /&gt;Nyatakan authentic assessmentnya, yaitu dengan data apa siswa dapat diamati partisipasinya dalam pembelajaran.&lt;br /&gt;Cooperative Learning-Teknik Jigsaw&lt;br /&gt;Diterbitkan 31 Juli 2008 kurikulum dan pembelajaran &lt;br /&gt;Tags: artikel, berita, KTSP, makalah, opini, pendidikan, umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Novi Emildadiany*))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=====================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan merupakan suatu aspek kehidupan yang sangat mendasar bagi pembangunan bangsa suatu negara. Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang melibatkan guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik, diwujudkan dengan adanya interaksi belajar mengajar atau proses pembelajaran. Dalam konteks penyelenggaraan ini, guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dan berpedoman pada seperangkatn aturan dan rencana tentang pendidikan yang dikemas dalam bentuk kurikulum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum secara berkelanjutan disempurnakan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan berorientasi pada kemajuan sistem pendidikan nasional, tampaknya belum dapat direalisasikan secara maksimal. Salah satu masalah yang dihadapi dalam dunia pendidikan di Indonesia adalah lemahnya proses pembelajaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengamatan riil di lapangan, proses pembelajaran di sekolah dewasa ini kurang meningkatkan kreativitas siswa, terutama dalam pembelajaran ekonomi. Masih banyak tenaga pendidik yang menggunakan metode konvensional secara monoton dalam kegiatan pembelajaran di kelas, sehingga suasana belajar terkesan kaku dan didominasi oleh sang guru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembelajaran yang dilakukan oleh banyak tenaga pendidik saat ini cenderung pada pencapaian target materi kurikulum, lebih mementingkan pada penghafalan konsep bukan pada pemahaman. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan pembelajaran di dalam kelas yang selalu didominasi oleh guru. Dalam penyampaian materi, biasanya guru menggunakan metode ceramah, dimana siswa hanya duduk, mencatat, dan mendengarkan apa yang disampaikannya dan sedikit peluang bagi siswa untuk bertanya. Dengan demikian, suasana pembelajaran menjadi tidak kondusif sehingga siswa menjadi pasif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya peningkatan prestasi belajar siswa tidak terlepas dari berbagai faktor yang mempengaruhinya. Dalam hal ini, diperlukan guru kreatif yang dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan disukai oleh peserta didik. Suasana kelas perlu direncanakan dan dibangun sedemikian rupa dengan menggunakan model pembelajaran yang tepat agar siswa dapat memperoleh kesempatan untuk berinteraksi satu sama lain sehingga pada gilirannya dapat diperoleh prestasi belajar yang optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembelajaran dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menuntut adanya partisipasi aktif dari seluruh siswa. Jadi, kegiatan belajar berpusat pada siswa, guru sebagai motivator dan fasilitator di dalamnya agar suasana kelas lebih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran kooperatif terutama teknik Jigsaw dianggap cocok diterapkan dalam pendidikan di Indonesia karena sesuai dengan budaya bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai gotong royong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk menyusun makalah dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Teknik Jigsaw dalam Pembelajaran”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=====================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TEKNIK JIGSAW &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pembelajaran Cooperative Learning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Dalam pembelajaran, guru harus memahami hakikat materi pelajaran yang diajarkannya dan memahami berbagai model pembelajaran yang dapat merangsang kemampuan siswa untuk belajar dengan perencanaan pengajaran yang matang oleh guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model pembelajaran Cooperative Learning merupakan salah satu model pembelajaran yang mendukung pembelajaran kontekstual. Sistem pengajaran Cooperative Learning dapat didefinisikan sebagai sistem kerja/ belajar kelompok yang terstruktur. Yang termasuk di dalam struktur ini adalah lima unsur pokok (Johnson &amp; Johnson, 1993), yaitu saling ketergantungan positif, tanggung jawab individual, interaksi personal, keahlian bekerja sama, dan proses kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Falsafah yang mendasari pembelajaran Cooperative Learning (pembelajaran gotong royong) dalam pendidikan adalah “homo homini socius” yang menekankan bahwa manusia adalah makhluk sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cooperative Learning adalah suatu strategi belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan faham konstruktivis. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, setiap siswa anggota kelompok harus saling bekerja sama dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif, belajar dikatakan belum selesai jika salah satu teman dalam kelompok belum menguasai bahan pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Anita Lie dalam bukunya “Cooperative Learning”, bahwa model pembelajaran Cooperative Learning tidak sama dengan sekadar belajar kelompok, tetapi ada unsur-unsur dasar yang membedakannya dengan pembagian kelompok yang dilakukan asal-asalan. Roger dan David Johnson mengatakan bahwa tidak semua kerja kelompok bisa dianggap Cooperative Learning, untuk itu harus diterapkan lima unsur model pembelajaran gotong royong yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Saling ketergantungan positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan suatu karya sangat bergantung pada usaha setiap anggotanya. Untuk menciptakan kelompok kerja yang efektif, pengajar perlu menyusun tugas sedemikian rupa sehingga setiap anggota kelompok harus menyelesaikan tugasnya sendiri agar yang lain dapat mencapai tujuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tanggung jawab perseorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tugas dan pola penilaian dibuat menurut prosedur model pembelajaran Cooperative Learning, setiap siswa akan merasa bertanggung jawab untuk melakukan yang terbaik. Pengajar yang efektif dalam model pembelajaran Cooperative Learning membuat persiapan dan menyusun tugas sedemikian rupa sehingga masing-masing anggota kelompok harus melaksanakan tanggung jawabnya sendiri agar tugas selanjutnya dalam kelompok bisa dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tatap muka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembelajaran Cooperative Learning setiap kelompok harus diberikan kesempatan untuk bertatap muka dan berdiskusi. Kegiatan interaksi ini akan memberikan para pembelajar untuk membentuk sinergi yang menguntungkan semua anggota. Inti dari sinergi ini adalah menghargai perbedaan, memanfaatkan kelebihan, dan mengisi kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Komunikasi antar anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur ini menghendaki agar para pembelajar dibekali dengan berbagai keterampilan berkomunikasi, karena keberhasilan suatu kelompok juga bergantung pada kesediaan para anggotanya untuk saling mendengarkan dan kemampuan mereka untuk mengutarakan pendapat mereka. Keterampilan berkomunikasi dalam kelompok juga merupakan proses panjang. Namun, proses ini merupakan proses yang sangat bermanfaat dan perlu ditempuh untuk memperkaya pengalaman belajar dan pembinaan perkembangan mental dan emosional para siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Evaluasi proses kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajar perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urutan langkah-langkah perilaku guru menurut model pembelajaran kooperatif yang diuraikan oleh Arends (1997) adalah sebagaimana terlihat pada table berikut ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel Sintaks Pembelajaran Kooperatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Tujuan Pembelajaran Cooperative Learning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan pembelajaran kooperatif berbeda dengan kelompok konvensional yang menerapkan sistem kompetisi, di mana keberhasilan individu diorientasikan pada kegagalan orang lain. Sedangkan tujuan dari pembelajaran kooperatif adalah menciptakan situasi di mana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya (Slavin, 1994).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting yang dirangkum oleh Ibrahim, et al. (2000), yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hasil belajar akademik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam belajar kooperatif meskipun mencakup beragam tujuan sosial, juga memperbaiki prestasi siswa atau tugas-tugas akademis penting lainnya. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep sulit. Para pengembang model ini telah menunjukkan bahwa model struktur penghargaan kooperatif telah dapat meningkatkan nilai siswa pada belajar akademik dan perubahan norma yang berhubungan dengan hasil belajar. Di samping mengubah norma yang berhubungan dengan hasil belajar, pembelajaran kooperatif dapat memberi keuntungan baik pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerja bersama menyelesaikan tugas-tugas akademik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penerimaan terhadap perbedaan individu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan lain model pembelajaran kooperatif adalah penerimaan secara luas dari orang-orang yang berbeda berdasarkan ras, budaya, kelas sosial, kemampuan, dan ketidakmampuannya. Pembelajaran kooperatif memberi peluang bagi siswa dari berbagai latar belakang dan kondisi untuk bekerja dengan saling bergantung pada tugas-tugas akademik dan melalui struktur penghargaan kooperatif akan belajar saling menghargai satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengembangan keterampilan sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan penting ketiga pembelajaran kooperatif adalah, mengajarkan kepada siswa keterampilan bekerja sama dan kolaborasi. Keterampilan-keterampilan sosial, penting dimiliki oleh siswa sebab saat ini banyak anak muda masih kurang dalam keterampilan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Model Pembelajaran Cooperative Learning Teknik Jigsaw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jigsaw pertama kali dikembangkan dan diujicobakan oleh Elliot Aronson dan teman-teman di Universitas Texas, dan kemudian diadaptasi oleh Slavin dan teman-teman di Universitas John Hopkins (Arends, 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik mengajar Jigsaw dikembangkan oleh Aronson et. al. sebagai metode Cooperative Learning. Teknik ini dapat digunakan dalam pengajaran membaca, menulis, mendengarkan, ataupun berbicara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam teknik ini, guru memperhatikan skemata atau latar belakang pengalaman siswa dan membantu siswa mengaktifkan skemata ini agar bahan pelajaran menjadi lebih bermakna. Selain itu, siswa bekerja sama dengan sesama siswa dalam suasana gotong royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah suatu tipe pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan materi tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya (Arends, 1997).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4 – 6 orang secara heterogen dan bekerja sama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain (Arends, 1997).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jigsaw didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya yang lain. Dengan demikian, “siswa saling tergantung satu dengan yang lain dan harus bekerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan” (Lie, A., 1994).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota dari tim-tim yang berbeda dengan topik yang sama bertemu untuk diskusi (tim ahli) saling membantu satu sama lain tentang topic pembelajaran yang ditugaskan kepada mereka. Kemudian siswa-siswa itu kembali pada tim / kelompok asal untuk menjelaskan kepada anggota kelompok yang lain tentang apa yang telah mereka pelajari sebelumnya pada pertemuan tim ahli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, terdapat kelompok asal dan kelompok ahli. Kelompok asal yaitu kelompok induk siswa yang beranggotakan siswa dengan kemampuan, asal, dan latar belakang keluarga yang beragam. Kelompok asal merupakan gabungan dari beberapa ahli. Kelompok ahli yaitu kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada anggota kelompok asal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah dalam penerapan teknik Jigsaw adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Guru membagi suatu kelas menjadi beberapa kelompok, dengan setiap kelompok terdiri dari 4 – 6 siswa dengan kemampuan yang berbeda. Kelompok ini disebut kelompok asal. Jumlah anggota dalam kelompok asal menyesuaikan dengan jumlah bagian materi pelajaran yang akan dipelajari siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Dalam tipe Jigsaw ini, setiap siswa diberi tugas mempelajari salah satu bagian materi pembelajaran tersebut. Semua siswa dengan materi pembelajaran yang sama belajar bersama dalam kelompok yang disebut kelompok ahli (Counterpart Group/CG). Dalam kelompok ahli, siswa mendiskusikan bagian materi pembelajaran yang sama, serta menyusun rencana bagaimana menyampaikan kepada temannya jika kembali ke kelompok asal. Kelompok asal ini oleh Aronson disebut kelompok Jigsaw (gigi gergaji). Misal suatu kelas dengan jumlah 40 siswa dan materi pembelajaran yang akan dicapai sesuai dengan tujuan pembelajarannya terdiri dari 5 bagian materi pembelajaran, maka dari 40 siswa akan terdapat 5 kelompok ahli yang beranggotakan 8 siswa dan 8 kelompok asal yang terdiri dari 5 siswa. Setiap anggota kelompok ahli akan kembali ke kelompok asal memberikan informasi yang telah diperoleh atau dipelajari dalam kelompok ahli. Guru memfasilitasi diskusi kelompok baik yang ada pada kelompok ahli maupun kelompok asal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah siswa berdiskusi dalam kelompok ahli maupun kelompok asal, selanjutnya dilakukan presentasi masing-masing kelompok atau dilakukan pengundian salah satu kelompok untuk menyajikan hasil diskusi kelompok yang telah dilakukan agar guru dapat menyamakan persepsi pada materi pembelajaran yang telah didiskusikan.&lt;br /&gt;Guru memberikan kuis untuk siswa secara individual.&lt;br /&gt;Guru memberikan penghargaan pada kelompok melalui skor penghargaan berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor dasar ke skor kuis berikutnya.&lt;br /&gt;Materi sebaiknya secara alami dapat dibagi menjadi beberapa bagian materi pembelajaran.&lt;br /&gt;Perlu diperhatikan bahwa jika menggunakan Jigsaw untuk belajar materi baru maka perlu dipersiapkan suatu tuntunan dan isi materi yang runtut serta cukup sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah tidaklah selalu berjalan dengan mulus meskipun rencana telah dirancang sedemikian rupa. Hal-hal yang dapat menghambat proses pembelajaran terutama dalam penerapan model pembelajaran Cooperative Learning diantaranya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Kurangnya pemahaman guru mengenai penerapan pembelajaran Cooperative Learning.&lt;br /&gt;Jumlah siswa yang terlalu banyak yang mengakibatkan perhatian guru terhadap proses pembelajaran relatif kecil sehingga yang hanya segelintir orang yang menguasai arena kelas, yang lain hanya sebagai penonton.&lt;br /&gt;Kurangnya sosialisasi dari pihak terkait tentang teknik pembelajaran Cooperative Learning.&lt;br /&gt;Kurangnya buku sumber sebagai media pembelajaran.&lt;br /&gt;Terbatasnya pengetahuan siswa akan sistem teknologi dan informasi yang dapat mendukung proses pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar pelaksanaan pembelajaran Cooperative Learning dapat berjalan dengan baik, maka upaya yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Guru senantiasa mempelajari teknik-teknik penerapan model pembelajaran Cooperative Learning di kelas dan menyesuaikan dengan materi yang akan diajarkan.&lt;br /&gt;Pembagian jumlah siswa yang merata, dalam artian tiap kelas merupakan kelas heterogen.&lt;br /&gt;Diadakan sosialisasi dari pihak terkait tentang teknik pembelajaran Cooperative Learning.&lt;br /&gt;Meningkatkan sarana pendukung pembelajaran terutama buku sumber.&lt;br /&gt;Mensosialisasikan kepada siswa akan pentingnya sistem teknologi dan informasi yang dapat mendukung proses pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=====================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran di sekolah yang melibatkan siswa dengan guru akan melahirkan nilai yang akan terbawa dan tercermin terus dalam kehidupan di masyarakat. Pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam kelompok secara bergotong royong (kooperatif) akan menimbulkan suasana belajar partisipatif dan menjadi lebih hidup. Teknik pembelajaran Cooperative Learning dapat mendorong timbulnya gagasan yang lebih bermutu dan dapat meningkatkan kreativitas siswa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jigsaw merupakan bagian dari teknik-teknik pembelajaran Cooperative Learning. Jika pelaksanaan prosedur pembelajaran Cooperative Learning ini benar, akan memungkinkan untuk dapat mengaktifkan siswa sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini pembelajaran Cooperative Learning terutama teknik Jigsaw belum banyak diterapkan dalam pendidikan walaupun orang Indonesia sangat membanggakan sifat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Saran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya para pengajar mengevaluasi cara mengajarnya dan menyadari dampaknya terhadap anak didik. Untuk menghasilkan manusia yang bisa berdamai dan bekerja sama dengan sesamanya dalam pembelajaran di sekolah, model pembelajaran Cooperative Learning perlu lebih sering digunakan karena suasana positif yang timbul akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencintai pelajaran dan sekolah / guru. Selain itu, siswa akan merasa lebih terdorong untuk belajar dan berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=====================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anita Lie. 2007. Cooperative Learning. Jakarta : Grasindo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambang Sudibyo. 2008. Materi Road Show Dewan Pendidikan Bersama Tim Wajar Dikdas Kabupaten Kuningan. Kuningan : Dewan Pendidikan Kabupaten Kuningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daeng Sudirwo. 2002. Kurikulum dan Pembelajaran Dalam Rangka Otonomi Daerah. Bandung : Andira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Pendidikan Nasional. 2004. Pedoman Pembelajaran Ekonomi Secara Kontekstual Untuk Guru SMP. Jawa Barat : Depdiknas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Pendidikan Nasional. 2004. Pedoman Pembelajaran Geografi Secara Kontekstual Untuk Guru SMP. Jawa Barat : Depdiknas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinas Pendidikan Kota Bandung. 2004. Model – model Pembelajaran. Bandung : SMP Kartika XI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lynne Hill. 2008. Pembelajaran Yang Baik. Bulettin PGRI Kuningan (Edisi ke-23 / Juni 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhibbin Syah. 1995. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung : Rosda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. 1995. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaiful Sagala. 2006. Konsep Dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*)) Novi Emildadiany adalah mahasiswa tingkat IV pada Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP-Universitas Kuningan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata kuliah seminar Ilmu Manajemen, yang disampaikan oleh Bapak Dr. Uhar Suharsaputra, M.Pd. dan Bapak Akhmad Sudrajat, M.Pd.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872378018117835037-5986999832554159595?l=masyhadianas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masyhadianas.blogspot.com/feeds/5986999832554159595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=872378018117835037&amp;postID=5986999832554159595' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/5986999832554159595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/5986999832554159595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masyhadianas.blogspot.com/2008/12/pembelajaran-kontekstual.html' title='Pembelajaran Kontekstual'/><author><name>Taman Masyhadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13670500602074341108</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SRuWheGJZkI/AAAAAAAAAAk/1Q63mRsfcFg/S220/DSC05469.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872378018117835037.post-4907189739529133040</id><published>2008-12-26T00:21:00.000+07:00</published><updated>2008-12-26T00:25:58.057+07:00</updated><title type='text'>Quantum Learning</title><content type='html'>Quantum learning ialah kiat, petunjuk, strategi, dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. Beberapa teknik yang dikemukakan merupakan teknik meningkatkan kemampuan diri yang sudah populer dan umum digunakan. Namun, Bobbi DePorter mengembangkan teknik-teknik yang sasaran akhirnya ditujukan untuk membantu para siswa menjadi responsif dan bergairah dalam menghadapi tantangan dan perubahan realitas (yang terkait dengan sifat jurnalisme). Quantum learning berakar dari upaya Georgi Lozanov, pendidik berkebangsaan Bulgaria. Ia melakukan eksperimen yang disebutnya suggestology (suggestopedia). Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detil apa pun memberikan sugesti positif atau negatif. Untuk mendapatkan sugesti positif, beberapa teknik digunakan. Para murid di dalam kelas dibuat menjadi nyaman. Musik dipasang, partisipasi mereka didorong lebih jauh. Poster-poster besar, yang menonjolkan informasi, ditempel. Guru-guru yang terampil dalam seni pengajaran sugestif bermunculan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip suggestology hampir mirip dengan proses accelerated learning, pemercepatan belajar: yakni, proses belajar yang memungkinkan siswa belajar dengan kecepatan yang mengesankan, dengan upaya yang normal, dan dibarengi kegembiraan. Suasana belajar yang efektif diciptakan melalui campuran antara lain unsur-unsur hiburan, permainan, cara berpikir positif, dan emosi yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Quantum learning mencakup aspek-aspek penting dalam program neurolinguistik (NLP), yaitu suatu penelitian tentang bagaimana otak mengatur informasi. Program ini meneliti hubungan antara bahasa dan perilaku dan dapat digunakan untuk menciptakan jalinan pengertian siswa dan guru. Para pendidik dengan pengetahuan NLP mengetahui bagaimana menggunakan bahasa yang positif untuk meningkatkan tindakan-tindakan posistif – faktor penting untuk merangsang fungsi otak yang paling efektif. Semua ini dapat pula menunjukkan dan menciptakan gaya belajar terbaik dari setiap orang (Bobby De Porter dan Hernacki, 1992)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Porter dkk mendefinisikan quantum learning sebagai “interaksi-interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya.” Mereka mengamsalkan kekuatan energi sebagai bagian penting dari tiap interaksi manusia. Dengan mengutip rumus klasik E = mc2, mereka alihkan ihwal energi itu ke dalam analogi tubuh manusia yang “secara fisik adalah materi”. “Sebagai pelajar, tujuan kita adalah meraih sebanyak mungkin cahaya: interaksi, hubungan, inspirasi agar menghasilkan energi cahaya”. Pada kaitan inilah, quantum learning menggabungkan sugestologi, teknik pemercepatan belajar, dan NLP dengan teori, keyakinan, dan metode tertentu. Termasuk konsep-konsep kunci dari teori dan strategi belajar, seperti: teori otak kanan/kiri, teori otak triune (3 in 1), pilihan modalitas (visual, auditorial, dan kinestik), teori kecerdasan ganda, pendidikan holistik, belajar berdasarkan pengalaman, belajar dengan simbol (metaphoric learning), simulasi/permainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang penting dicatat dalam quantum learning adalah sebagai berikut. Para siswa dikenali tentang “kekuatan pikiran” yang tak terbatas. Ditegaskan bahwa otak manusia mempunyai potensi yang sama dengan yang dimilliki oleh Albert Einstein. Selain itu, dipaparkan tentang bukti fisik dan ilmiah yang memerikan bagaimana proses otak itu bekerja. Melalui hasil penelitian Global Learning, dikenalkan bahwa proses belajar itu mirip bekerjanya otak seorang anak 6-7 tahun yang seperti spons menyerap berbagai fakta, sifat-sifat fisik, dan kerumitan bahasa yang kacau dengan “cara yang menyenangkan dan bebas stres”. Bagaimana faktor-faktor umpan balik dan rangsangan dari lingkungan telah menciptakan kondisi yang sempurna untuk belajar apa saja. Hal ini menegaskan bahwa kegagalan, dalam belajar, bukan merupakan rintangan. Keyakinan untuk terus berusaha merupakan alat pendamping dan pendorong bagi keberhasilan dalam proses belajar. Setiap keberhasilan perlu diakhiri dengan “kegembiraan dan tepukan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penjelasan mengenai apa dan bagaimana unsur-unsur dan struktur otak manusia bekerja, dibuat model pembelajaran yang dapat mendorong peningkatan kecerdasan linguistik, matematika, visual/spasial, kinestetik/perasa, musikal, interpersonal, intarpersonal, dan intuisi. Bagaimana mengembangkan fungsi motor sensorik (melalui kontak langsung dengan lingkungan), sistem emosional-kognitif (melalui bermain, meniru, dan pembacaan cerita), dan kecerdasan yang lebih tinggi (melalui perawatan yang benar dan pengondisian emosional yang sehat). Bagaimana memanfaatkan cara berpikir dua belahan otak “kiri dan kanan”. Proses berpikir otak kiri (yang bersifat logis, sekuensial, linear dan rasional), misalnya, dikenakan dengan proses pembelajaran melalui tugas-tugas teratur yang bersifat ekspresi verbal, menulis, membaca, asosiasi auditorial, menempatkan detil dan fakta, fonetik, serta simbolisme. Proses berpikir otak kanan (yang bersifat acak, tidak teratur, intuitif, dan holistik), dikenakan dengan proses pembelajaran yang terkait dengan pengetahuan nonverbal (seperti perasaan dan emosi), kesadaran akan perasaan tertentu (merasakan kehadiran orang atau suatu benda), kesadaran spasial, pengenalan bentuk dan pola, musik, seni, kepekaan warna, kreatifitas dan visualisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu, pada akhirnya, tertuju pada proses belajar yang menargetkan tumbuhnya “emosi positif, kekuatan otak, keberhasilan, dan kehormatan diri.” Keempat unsur ini bila digambarkan saling terkait. Dari kehormatan diri, misalnya, terdorong emosi positif yang mengembangkan kekuatan otak, dan menghasilkan keberhasilan, lalu (balik lagi) kepada penciptaan kehormatan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari proses inilah, quantum learning menciptakan konsep motivasi, langkah-langkah menumbuhkan minat, dan belajar aktif. Membuat simulasi konsep belajar aktif dengan gambaran kegiatan seperti: “belajar apa saja dari setiap situasi, menggunakan apa yang Anda pelajari untuk keuntungan Anda, mengupayakan agar segalanya terlaksana, bersandar pada kehidupan.” Gambaran ini disandingkan dengan konsep belajar pasif yang terdiri dari: “tidak dapat melihat adanya potensi belajar, mengabaikan kesempatan untuk berkembang dari suatu pengalaman belajar, membiarkan segalanya terjadi, menarik diri dari kehidupan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan itu pula, antara lain, quantum learning mengonsep tentang “menata pentas: lingkungan belajar yang tepat.” Penataan lingkungan ditujukan kepada upaya membangun dan mempertahankan sikap positif. Sikap positif merupakan aset penting untuk belajar. Peserta didik quantum dikondisikan ke dalam lingkungan belajar yang optimal baik secara fisik maupun mental. Dengan mengatur lingkungan belajar demikian rupa, para pelajar diharapkan mendapat langkah pertama yang efektif untuk mengatur pengalaman belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penataan lingkungan belajar ini dibagi dua yaitu: lingkungan mikro dan lingkungan makro. Lingkungan mikro ialah tempat peserta didik melakukan proses belajar (bekerja dan berkreasi). Quantum learning menekankan penataan cahaya, musik, dan desain ruang, karena semua itu dinilai mempengaruhi peserta didik dalam menerima, menyerap, dan mengolah informasi. Ini tampaknya yang menjadi kekuatan orisinalitas quantum learning. Akan tetapi, dalam kaitan pengajaran umumnya di ruang-ruang pendidikan di Indonesia, lebih baik memfokuskan perhatian kepada penataan lingkungan formal dan terstruktur seperti: meja, kursi, tempat khusus, dan tempat belajar yang teratur. Target penataannya ialah menciptakan suasana yang menimbulkan kenyamanan dan rasa santai. Keadaan santai mendorong siswa untuk dapat berkonsentrasi dengan sangat baik dan mampu belajar dengan sangat mudah. Keadaan tegang menghambat aliran darah dan proses otak bekerja serta akhirnya konsentrasi siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan makro ialah “dunia yang luas.” Peserta didik diminta untuk menciptakan ruang belajar di masyarakat. Mereka diminta untuk memperluas lingkup pengaruh dan kekuatan pribadi, berinteraksi sosial ke lingkungan masyarakat yang diminatinya. “Semakin siswa berinteraksi dengan lingkungan, semakin mahir mengatasi sistuasi-situasi yang menantang dan semakin mudah Anda mempelajari informasi baru,” tulis Porter. Setiap siswa diminta berhubungan secara aktif dan mendapat rangsangan baru dalam lingkungan masyarakat, agar mereka mendapat pengalaman membangun gudang penyimpanan pengertahuan pribadi. Selain itu, berinteraksi dengan masyarakat juga berarti mengambil peluang-peluang yang akan datang, dan menciptakan peluang jika tidak ada, dengan catatan terlibat aktif di dalam tiap proses interaksi tersebut (untuk belajar lebih banyak mengenai sesuatu). Pada akhirnya, interaksi ini diperlukan untuk mengenalkan siswa kepada kesiapan diri dalam melakukan perubahan. Mereka tidak boleh terbenam dengan situasi status quo yang diciptakan di dalam lingkungan mikro. Mereka diminta untuk melebarkan lingkungan belajar ke arah sesuatu yang baru. Pengalaman mendapatkan sesuatu yang baru akan memperluas “zona aman, nyaman dan merasa dihargai” dari siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Septiawan Santana Kurnia, Quantum Learning bagi Pendidikan Jurnalistik: (Studi pembelajaran jurnalistik yang berorientasi pada life skill); on line : Editorial Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan www.depdiknas.go.id&lt;br /&gt;28 Tanggapan ke “Quantum Learning&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872378018117835037-4907189739529133040?l=masyhadianas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masyhadianas.blogspot.com/feeds/4907189739529133040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=872378018117835037&amp;postID=4907189739529133040' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/4907189739529133040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/4907189739529133040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masyhadianas.blogspot.com/2008/12/quantum-learning.html' title='Quantum Learning'/><author><name>Taman Masyhadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13670500602074341108</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SRuWheGJZkI/AAAAAAAAAAk/1Q63mRsfcFg/S220/DSC05469.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872378018117835037.post-3488767955985666808</id><published>2008-12-26T00:17:00.000+07:00</published><updated>2008-12-26T00:20:13.426+07:00</updated><title type='text'>Konsep PAKEM</title><content type='html'>oleh : Depdiknas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Apa itu PAKEM?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Sehingga, jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif, maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar, gambaran PAKEM adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.&lt;br /&gt;Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.&lt;br /&gt;Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’&lt;br /&gt;Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.&lt;br /&gt;Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Apa yang harus diperhatikan dalam melaksanakan PAKEM?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memahami sifat yang dimiliki anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. Anak desa, anak kota, anak orang kaya, anak orang miskin, anak Indonesia, atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat, anugerah Tuhan, tersebut. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya, guru mengajukan pertanyaan yang menantang, dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan, misalnya, merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Mengenal anak secara perorangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Dalam PAKEM (Pembelajaran Aktif, Menyenangkan, dan Efektif) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama, melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). Dengan mengenal kemampuan anak, kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai makhluk sosial, anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu, anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. Berdasarkan pengalaman, anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Namun demikian, anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Kritis untuk menganalisis masalah; dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Kedua jenis berpikir tersebut, kritis dan kreatif, berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Oleh karena itu, tugas guru adalah mengembangkannya, antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika …” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa, berapa, kapan”, yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAKEM. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. Selain itu, hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan, berpasangan, atau kelompok. Pajangan dapat berupa gambar, peta, diagram, model, benda asli, puisi, karangan, dan sebagainya. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa, dan ditata dengan baik, dapat membantu guru dalam PEMBELAJARAN karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan (fisik, sosial, atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar, tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Pemanfaatan lingkungan dapat men-gembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera), mencatat, merumuskan pertanyaan, berhipotesis, mengklasifikasi, membuat tulisan, dan membuat gambar/diagram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. Selain itu, cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAKEM. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. Sering bertanya, mempertanyakan gagasan orang lain, dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan, takut disepelekan, atau takut dimarahi jika salah. Oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan ‘PAKEMenyenangkan.’ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Bagaimana Pelaksanaan PAKEM?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran PAKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama PEMBELAJARAN. Pada saat yang sama, gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Berikut tabel beberapa contoh kegiatan pembelajaran dan kemampuan guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan Guru &lt;br /&gt;Pembelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru menggunakan alat bantu dan sumber belajar yang beragam. &lt;br /&gt;Sesuai mata pelajaran, guru menggunakan, misal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi kasus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nara sumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan. &lt;br /&gt;Siswa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan percobaan, pengamatan, atau wawancara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memecahkan masalah, mencari rumus sendiri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan. &lt;br /&gt;Melalui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih banyak pertanyaan terbuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil karya yang merupakan pemikiran anak sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa. &lt;br /&gt;Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru mengaitkan PEMBELAJARAN dengan pengalaman siswa sehari-hari. &lt;br /&gt;Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilai PEMBELAJARAN dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus. &lt;br /&gt;Guru memantau kerja siswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru memberikan umpan balik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872378018117835037-3488767955985666808?l=masyhadianas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masyhadianas.blogspot.com/feeds/3488767955985666808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=872378018117835037&amp;postID=3488767955985666808' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/3488767955985666808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/3488767955985666808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masyhadianas.blogspot.com/2008/12/konsep-pakem.html' title='Konsep PAKEM'/><author><name>Taman Masyhadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13670500602074341108</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SRuWheGJZkI/AAAAAAAAAAk/1Q63mRsfcFg/S220/DSC05469.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872378018117835037.post-1767161291499943608</id><published>2008-12-26T00:13:00.000+07:00</published><updated>2008-12-26T00:16:24.365+07:00</updated><title type='text'>Komitmen bagi Desentralisasi Pendidikan</title><content type='html'>Oleh&lt;br /&gt;BRA. MOORYATI SOEDIBYO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan desentralisasi pendidikan sesungguhnya bukanlah sesuatu yang baru di negeri ini. Setidaknya dalam fase embrio, gagasan ini sudah menjadi kebijakan resmi negara sejak tahun 1947, dengan terbitnya UU No. 32/1947, di mana daerah berhak menyelenggarakan pendidikan sesuai kebutuhannya, terutama bidang pertukangan dan kepandaian puteri. Kewenangan yang lebih luas lagi diberikan 3 tahun kemudian lewat UU No. 4/1950 dan jabarannya dalam PP No. 65/1951 yang mendesentralisasikan pengelolaan pendidikan (dasar) kepada daerah dan hak bagi pihak swasta untuk ikut mendirikan sekolah.&lt;br /&gt;Meski masih bersifat terbatas dilihat dari ukuran saat ini, rintisan itu dipertegas di masa Orde Baru. UU No. 5/1974 (Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah), UU No. 2/1989 (Sistem Pendidikan Nasional) dan PP No. 28/1990 (Pendidikan Dasar) adalah sebagian instrumen legal yang mendasari inisiatif desentralisasi. Arsitektur pembagian kewenangan tampak lebih jelas, yakni daerah (melalui Dinas) mengurus pengadaan gedung dan penyediaan tanah untuk sekolah, sementara pusat (melalui Kanwil/Kandep) bertanggung jawab atas pengadaan guru, kurikulum dan perlengkapan pendidikan. Menyangkut kurikulum, daerah juga diberi hak untuk menambah muatan lokal dalam porsi yang ditetapkan pusat.&lt;br /&gt;Di era reformasi saat ini, baik melalui UU No. 22/1999 maupun hasil revisinya dalam UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah, penyelenggaraan pendidikan bukan saja termasuk urusan yang didesentralisasikan, tetapi bahkan menjadi urusan wajib (Pasal 11 ayat 2 UU No. 22/1999 dan Pasal 14 ayat 1 UU No. 32/2004). Ini artinya, pertama, pusat wajib menyerahkan penyelenggaraan urusan itu kepada daerah; kedua, daerah tidak bisa menolak dengan alasan apa pun (seperti halnya dalam urusan pilihan) untuk menyelenggarakannya. Kewajiban mengikat pihak pemberi (pusat) dan penerima (daerah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memekarkan Ditjen Dikdasmen&lt;br /&gt;Dalam konteks itu, arah kebijakan baru Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Soedibyo patut dicermati sebagai ukuran keterikatan pihak pusat pada kewajibannya. Rencana memekarkan Ditjen Dikdasmen ke dalam dua direktorat tersendiri, misalnya, adalah arah awal yang justru berpunggungan dengan asas desentralisasi. Alasan kompleksnya masalah pendidikan dan perlunya efisiensi, hemat saya tidak pas kalau dijawab dengan diversifikasi kelembagaan di level pusat tetapi melalui desentralisasi pengurusannya ke daerah. Di sini, desentralisasi adalah metode administratif pemerintahan untuk mengurai kompleksitas persoalan agar lebih manageable. Upaya resentralisasi yang sama juga terlihat dalam rencana penetapan standarisasi dan ujian nasional untuk mengukur prestasi belajar siswa sekolah dasar dan menengah.&lt;br /&gt;Sementara ke-(tak)-terikatan di pihak daerah, antara lain terlihat pada masih rendahnya alokasi anggaran ke sektor pendidikan. Sebagian besar kabupaten/kota menghabiskan sekitar 70-75% anggarannya untuk belanja rutin birokrasi, dan sisa 25-30% untuk pembangunan, di mana sektor pendidikan hanya kebagian 2-3%. Di tengah maraknya praktik KKN, dunia pendidikan justru mengerang kesakitan lantaran gedung-gedung sekolah yang rusak berat, gaji guru yang seolah menghina kemuliaan profesi tersebut.&lt;br /&gt;Paparan di atas menyiratkan tanggung jawab multipihak dalam konsep desentralisasi pendidikan. Dalam ranah praktis, ia tidak saja berarti terlibatnya triple kekuatan pusat, pemerintah daerah dan masyarakat dalam urusan pendidikan, tetapi juga menyiratkan prasyarat sinergi kebijakan dengan sektor-sektor lain. Aspek fiskal misalnya. Depdiknas, dalam rencana strategisnya, menerjemah konsep tersebut dengan membagi beban biaya penuntasan wajib belajar 9 tahun sebesar Rp 56,7 triliun di antara pusat/provinsi (60%), kabupaten/kota (25%), dan masyarakat (15%). &lt;br /&gt;Di level daerah, sharing be-ban semacam itu sungguh menjadi tanggungan yang berat. Hampir sama muskilnya memenuhi amanat Pasal 31 ayat (4) UUD 1945 dan Pasal 49 UU No. 20/2003 (Sisdiknas) yang menegaskan prioritas anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN maupun APBD. Struktur penerimaan daerah, baik pajak dan retribusi sebagai komponen utama PAD (UU No. 34/2000) maupun dana perimbangan dari pusat (UU No. 25/1999 dan hasil revisinya UU No. 33/2004), masih belum memberikan ruang manuver yang lapang bagi daerah. Sementara pada sisi pengeluaran, belanja rutin yang menguras lebih dari 2/3 APBD di sebagian besar daerah membuat pos untuk pendidikan gampang diabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Affirmative Policy” &lt;br /&gt;Dalam situasi semacam ini, opsi affirmative policy bagi sektor pendidikan yang berarti relanya sektor-sektor lain untuk ”berkorban”, harus ditempuh. Dari sisi pendapatan, misalnya, bisa ditempuh dengan pajak daerah yang lebih progresif, baik menyangkut taxing power maupun penggunaannya (sistem earmarking). Dengan demikian, daerah punya cukup penerimaan atau memiliki keleluasaan mengalokasikan anggaran dari satu sumber penerimaan tertentu (terutama dari pajak potensial di daerah bersangkutan) ke sektor pendidikan.&lt;br /&gt;Problem desentralisasi di sektor-sektor lain, solusi yang ditempuh bukanlah meresentralisasi, tetapi menyempurnakan konsep dan memperkuat kapasitas pelaksanaannya. Untuk itu, urut-urutan langkah berikut menjadi prasyarat. &lt;br /&gt;Pertama, memperjelas pembagian kewenangan pusat-daerah (menyangkut anggaran, personal dan kurikulum) dan disiplin pelaksanaannya. Kedua, pembagian kewenangan itu harus simetris dengan perimbangan keuangan pusat-daerah (money follows function). Ketiga, di level daerah, desentralisasi juga harus berlanjut sampai ke tingkat basis, yakni institusi sekolah sendiri, dalam kerangka Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Keempat, konsep manajemen pendidikan ini harus dikembalikan kepada rohnya yakni mendorong partisipasi multi-stakeholders yang terwadahi dalam dewan pendidikan dan komite sekolah, bukan keleluasaan memungut berbagai ”dana partisipasi” dari masyarakat yang malah tidak proporsional dan rawan penyimpangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah Wakil Ketua MPR, Anggota PAH III (Urusan Pendidikan dan Agama) DPD-RI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872378018117835037-1767161291499943608?l=masyhadianas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masyhadianas.blogspot.com/feeds/1767161291499943608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=872378018117835037&amp;postID=1767161291499943608' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/1767161291499943608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/1767161291499943608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masyhadianas.blogspot.com/2008/12/komitmen-bagi-desentralisasi-pendidikan.html' title='Komitmen bagi Desentralisasi Pendidikan'/><author><name>Taman Masyhadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13670500602074341108</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SRuWheGJZkI/AAAAAAAAAAk/1Q63mRsfcFg/S220/DSC05469.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872378018117835037.post-5369685556954189224</id><published>2008-12-02T20:08:00.003+07:00</published><updated>2008-12-23T15:36:21.943+07:00</updated><title type='text'>catatan perjalanan</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;a href="http://www.yourspacelayouts.com/Images/Animated-Glitter/"&gt;&lt;img src="http://www.yourspacelayouts.com/Images/Animated-Glitter/images/63.gif" border="0px" alt="YourSpaceLayouts.com is the largest myspace resource on the net!"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="padding:3px;background:#000080;color:#00ADEF;font-family:tahoma;font-size:11px;font-weight:bold;text-decoration:none;border:3px double #00ADEF" href="http://www.yourspacelayouts.com" target="_blank"&gt;Click For Myspace Comments&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;        &lt;br /&gt;Sahabat seandaniya  waktu bisa diputar. Mungkin aku akan lebih puitiskan kasih sayangkaku. Baru kusadari sekarang setelah apa yang sudah kita lalui bersama dulu. Aku telah melupakan sesuatu. Ternyata cinta adalah kekuatan dahsyat. Ketika kita sampai pada ruang rindu dimana hayalan, kenangnan, obsesi dan cita-cita menyatu tanpa sistematika. Kita akan merasakan betapa hidup ini indah, walaupun banyak rintangan yang harus kita lalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih ingat dibawah pohon beringin, ditepian pantai, didalam studio musik, didalam tugas-tugas sekolah kita. Kita membuat janji dan kita selalu mengatakan, sungai akan kita sebrangi, samudra akan kita arungi santai tetapi serius atau serius tetapi santai.  Sebuah sikap positif yang selalu kita banggakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dulu tidak cukup mengerti dengan kalimat diatas. tetapi baru kemarin aku menyadari ternyata apa yang selalu kita ucapkan dulu mempunyai makna yang dalam yang berhubungan dengan pijakan kita dalam mengarungi kehidupan.sebuah ungkapan yang menyiratkan bahwa perjuangan menggapai cita-cita  tidaklah mudah dan harus dihadapi bagaimanapun caranya. Santai tapi serius bermakna hidup ini harus dinamis dan tidak kaku.  Aku juga sadar dalam pencarian maknaku terhadap belajar. Ternyata sekolah tidak sekedar hanya untuk mencari pekerjaan. sekolah juga tidak hanya kebutuhan pragmatis. Tidak juga hanya untuk sekedar Aktualisasi diri. Ternyata tujuan " sekolah" dalam hidup ini adalah untuk beribadah kepada Allah. Sebuah tujuan yang sangat agung dan tidak boleh dietrjemahkan secara sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalananku sangat panjang dan sangat menarik untuk di ceritakan tersenyumlah karena aku akan menceritakanya sahabat walaupun aku ttidak menceritaknya panjang lebar. Semenjak kita berpisah yang ada dalam fikiranku adalah aku, kita, kemana harus melangkah, untuk apa hidup, seandainya dulu, menghayal, marah, frustasi, iri, kecewa, dan terluka. Kemudian yang kusadari ternyata dunia adalah cerita-cerita indah yang mana kita adalah pemeran utamanya.&lt;br /&gt;Disaat aku bingung tentang makna hidup. Aku tetap bertahan dengan segenggam tenaga dan nyala api kecil di hati. Akupun terdampar pada kegalauan dan pernah merasa tuhan tidak adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat kini aku  sudah berubah kalian pasti setuju bahwa dalam mengarungi hidup kita harus berproses menuju yang lebih baik. Aku masih tak mau menyerah. Bukankah hidup ini perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku posting tulisan ini aku berada di lab sekolah tempat saya mengajar di MI YKUI sambogunung. Benar sahabat aku sekarang sudah menjadi guru. Dimanakah kalian, di jalur mana kalian berjuang. Aku merindukan kalian semua.mengingat saat kita bersama dulu di sekolah tempat kita menuntut ilmu MAN 1 Gresik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872378018117835037-5369685556954189224?l=masyhadianas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masyhadianas.blogspot.com/feeds/5369685556954189224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=872378018117835037&amp;postID=5369685556954189224' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/5369685556954189224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/5369685556954189224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masyhadianas.blogspot.com/2008/12/catatan-perjalanan.html' title='catatan perjalanan'/><author><name>Taman Masyhadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13670500602074341108</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SRuWheGJZkI/AAAAAAAAAAk/1Q63mRsfcFg/S220/DSC05469.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872378018117835037.post-5893549719996684302</id><published>2008-11-27T15:24:00.000+07:00</published><updated>2008-11-27T15:26:19.336+07:00</updated><title type='text'>ANAK BELAJAR DARI LINGKUNGANYA</title><content type='html'>( - )   JIKA ANAK DI BESARKAN DENGAN CELAAN, IA BELAJAR MEMAKI&lt;br /&gt;JIKA ANAK DI BESARKAN DENGAN PERMUSUHAN, IA BELAJAR BERKELAHI&lt;br /&gt;JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN KETAKUTAN, IA BELAJAR GELISAH&lt;br /&gt;JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN RASA IBA, IA BELAJAR MENYESALI DIRI&lt;br /&gt;JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN OLOK-OLOK, IA BELAJAR RENDAH DIRI&lt;br /&gt;JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN IRI HATI, IA BELAJAR DENGAN KEDENGKIAN&lt;br /&gt;JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN DIPERMALUKAN, IA BELAJAR MERASA BERSALAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( +  )  JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN DORONGAN, IA BELAJAR PERCAYA DIRI&lt;br /&gt;JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN TOLERANSI, IA BELAJAR MENAHAN DIRI&lt;br /&gt;JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN PUJIAN, IA BELAJAR MENGHARGAI&lt;br /&gt;JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN PENERIMAAN, IA BELAJAR MENCINTAI&lt;br /&gt;JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN DUKUNGAN, IA BELAJAR MENYENANGI DIRI&lt;br /&gt;JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN PENGAKUAN, IA BELAJAR MENGENALI TUJUAN&lt;br /&gt;JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN BERBAGI, IA BELAJAR  KEDERMAWANAN&lt;br /&gt;JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN KEJUJURAN DAN KETERBUKAAN, IA BELAJAR KEBENARAN DAN KEADILAN&lt;br /&gt;JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN RASA AMAN, IA BELAJAR MENARUH PERCAYA&lt;br /&gt;JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN PERSAHABATAN, IA BELAJAR MENEMUKAN CINTA DALAM KEHIDUPAN&lt;br /&gt;JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN KETENTRAMAN, IA BELAJAR BERDAMAI DENGAN PIKIRAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              Pakar Pendidikan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872378018117835037-5893549719996684302?l=masyhadianas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masyhadianas.blogspot.com/feeds/5893549719996684302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=872378018117835037&amp;postID=5893549719996684302' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/5893549719996684302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/5893549719996684302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masyhadianas.blogspot.com/2008/11/anak-belajar-dari-lingkunganya.html' title='ANAK BELAJAR DARI LINGKUNGANYA'/><author><name>Taman Masyhadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13670500602074341108</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SRuWheGJZkI/AAAAAAAAAAk/1Q63mRsfcFg/S220/DSC05469.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872378018117835037.post-2683896207337949760</id><published>2008-11-27T15:12:00.000+07:00</published><updated>2008-11-27T15:18:06.139+07:00</updated><title type='text'>Retrospektif Anak didik saya, tulisan wujud cintanya serta motifasi</title><content type='html'>JALAN-JALAN&lt;br /&gt;BY.ROSA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu kami dibimbing oleh pak hadi. Kami semua akan diajak kelapangan untuk bermain-main dan senam. Tetapi karena kasetnya rusak jadi kami tidak  senam. Kami sangat kecewa akhirnya pak hadi punya ide untuk bepetualang. Kami diajak ke tengah-tengah hutan bambu dengan melihat berbagai ciptaan Allah swt. misalnya sungai, sawah, pemakaman, tambak dan kandang ayam.&lt;br /&gt;Di sana ada kenampakan alam dan buatan. kami  memulai perjalanan. Pertama dan kami harus melewati  sampah yang berbau busuk dan kandang ayam yang berbau tidak enak. Kami semua menutup hidung.&lt;br /&gt; Di sepanjang perjalanan pak hadi bercerita tentang makam mbah Abdullah dengan saudaranya. Selesai disitu kami melihat pohon bambu. Sepertinya pohon bambu itu sangat kuat. Lalu kami melihat tambak dan sawah juga. saya jadi ingat pelajaran pkn. Sawah dan tambak adalah kenampakan buatan. Kami kemudian diajak kemakam kamdowo. Makam itu sangat panjang dan besar. Dan disebelah makam itu ada tambaknya fitri. Tambakanya fitri itu sangat luas. Setelah kami berziarah kami istirahat sebentar disitu.&lt;br /&gt;Oh iya Rosa hampir lupa kami juga mencari batu sujud . tetapi kami tidak menemukanya. Kamipun lelah. Kami kemudian kembali kesekolah setelah dapat pengalaman dari tengah-tengah hutan bambu. Kami merasa senang. Setiba disekolah kami langsung sholat dluhah dua rokaat. Yang laki-lakipun marah karena tidak diajak. Ya…. Salah sendiri sudah dipanggil-panggil malah tidak mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari tugas pkps tahun ajaran 2006-2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hallo&lt;br /&gt;Namaku cangkir&lt;br /&gt;Aku sekarang duduk di kelas enam MI YKUI Sambogunung &lt;br /&gt;Aku seneng banget sekolah di MI YKUI ini karena gurunya baik-baik, banyak teman dan ilmunya luas banget&lt;br /&gt;Aku bersyukur deh bisa sekolah disini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi teman-teman kalau ingin leluasa ilmu dan teman daftarkan disekolah terbagus MI YKUI SAMBOGUNUNG&lt;br /&gt;Gak bakal rugi dech !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau seperti kita-kita!!!&lt;br /&gt;BURUAN GUYS!!!!!!!!! &lt;br /&gt;By. Cangkir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETIKA BEBATUAN JADI PERMATA&lt;br /&gt;Oleh : masyhadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang laki-laki berjalan dibawah terik matahari melalui daerah tidak di kenal. dia telah berjalan sepanjang hari ketika dia merasa khwatir bahwa mungkin ia salah jalan. Mendadak, dia terkejut melihat seorang laki-laki sangat-sangat-sangat tua duduk bersandar pada sebatang pohon. Kedua tanganya terlipat dan kepalanya terkulai diatas tangan. Rambut putih lelaki tua ituberkilau memantulkan sinar matahari. Si pengembara yang terkejut itu berlari menemuainyadan bertanya, “Maaf, permisi, apakah anda baik-baik saja?” lelaki tua itu tidak bergerak ataupun menjawab. Si pengembara berlutut dan menyentuh bahu lelaki tua tersebut sambil bertanya lagi, “permisi,apakah anda tidak apa-apa, jawab pak, mungkin saya bisa membantu?” lagi-lagi dia tidak menjawab. Kemudian si pengembara berniat melanjutkan perjalanan, ketika si pengembara mengambil perbekalanya tiba-tiba tangan si pengembara di pegang oleh lelaki tua tersebut. Kemudian kepala lelaki tua itu terangkat dan matanya terbuka lebar. Dengan suara lemah dan terpatah-patah si lelaki tua itu berkata, “teruslah berjalan; kamu berada di jalan yang benar anakku. Tetapi sebelum kamu menyebrangi sungai, kumpulkan apa yang kamu temukan disana sebanyak- banyaknya, karena kamu tidak akan pernah bisa kembali.” Matanya kemudian tertutup dan kembali kepalanya disandarkan pada tanganya&lt;br /&gt;Si pengembara menunggu, kemudian akhirnya berbalik dan meneruskan perjalananya. Untuk terakhir kalinya si pengembara itu menoleh kebelakang melihat lelaki tua tersebut. Tetapi lelaki tua tersebut telah menghilang entah kemana. di tengah kepanikan dan keheranan si pengembara tadi mulai melanjutkan perjalananya dengan ditemani peluh keringat karena sengatan matahari, sambil berkata pada dirinya sendiri bahwa lelaki tua itu mungkin gila. Kemudian dia memikirkan  perkataan lelaki tua itu dan tertawa sendiri,” ah mungkin sungainya juga tak ada apalagi jalan yang benar, gak mungkin.”  &lt;br /&gt;Si pengembara berjalan terus menerus dan akhirnya sampailah ia di kaki sebuah bukit besar. Ketika dia mencapai puncaknya, dia melihat sebuah sungai besar yang indah mengalir perlahan di balik bukit. Dengan bersemangat, dia berlari menuruni bukit dan meloncat ke dalam air yang sejuk . dia menari – nari sambil menciprat-ciptarkan air ke atas sehinga basahlah semua tubuhnya. Tiba-tiba dia tertegun , suara lelaki tua itu terngiang di telinganya, “sebelum menyebrangi sungai, kumpulkan apa yang kamu temukan disana sebanyak-banyaknya karena kamu tidak akan pernah bisa kembali.” &lt;br /&gt;Si pengembara itu mencari-cari disekelilingnya tetapi tidak melihat sesuatupun kecuali ranting, bebatuan dan rumput biasa. Dia berfikir, “ satu-satunya yang bisa saya kumpulkan adalah batu ini, tetapi untuk apa? Untuk menghalau binatang buas, ah tidak mungkin.” Tetapi dia membungkuk juga untuk mengambil beberapa buah batu dan mengantonginya. kemudian dia berbalik untuk menyebrangi sungai,  dia berhenti lagi dan berfikir,” ini adalah hal tergila yang pernah aku lakukan.” Kemudian ia menyebrangi sungai.&lt;br /&gt;Langit menjadi gelap dan pengembara itu kelelahan, sehingga ia memutuskan untuk menghentikan perjalananya dan mendirikan sebuah tenda kecil. Dengan cepat dia tertidur. Menjelang tengah malam, mendadak dia terbangun dan berdiri. Dia menatap bulan purnama yang menerangi langit. Dia menjadi marah ketika ia mengetahui apa yang membangunkanya . batu-batu dalam kantongnyalah yang telah mengganjal tubuhnya. Dia mengeluarkan batu itu dan mengeluarkanya lalu melemparnya. Sinar bulan memantul pada batu-batu itu. Ternyata, batu itu menjadi intan permata yang tak ternilai harganya! Si pengembara merasa menyesal . “ andai saja aku mengumpulkanya lebih banyak sebelum menyebrangi sungai tadi.” Pikirnya.&lt;br /&gt;Anak-anak, MI YKUI sambogunung ini seperti tepian sungai yang penuh bebatuan berserakan yang akan berubah menjadi permata jika kalian mengambilnya seperti lelaki tua yang tidak dapat memaksa si pengembara mengambil batu sebanyak-banyaknya, pak hadi dan guru-guru yang ada disini tidak bisa memaksa kalian mengambil ilmu yang di tawarkan di sekolah ini. Tidak juga yang lain. Tetapi pak hadi dan guru-guru yang ada disini akan mendorong kalian untuk mengumoulkan ilmu pengetahuan sebanyak mungkin sebelum kalian menyebrangi sungai karena kalian tidak akan kembali ke saat ini.Dan pak hadi percaya kepada kalian bahwasanya kalian adalah siswa-siswi  yang sadar akan pentingnya belajar dan berusaha mengambil bebatuan berserakan (ilmu pengetahuan) sebanyak-banyaknya guna mewujudkan cita-cita dan mimpi mulya kalian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di adopsi dari karya Jhon Le tellier seorang Quantum teacher&lt;br /&gt; dan disesuaikan oleh Masyhadi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872378018117835037-2683896207337949760?l=masyhadianas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masyhadianas.blogspot.com/feeds/2683896207337949760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=872378018117835037&amp;postID=2683896207337949760' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/2683896207337949760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/2683896207337949760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masyhadianas.blogspot.com/2008/11/retrospektif-anak-didik-saya-tulisan.html' title='Retrospektif Anak didik saya, tulisan wujud cintanya serta motifasi'/><author><name>Taman Masyhadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13670500602074341108</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SRuWheGJZkI/AAAAAAAAAAk/1Q63mRsfcFg/S220/DSC05469.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872378018117835037.post-4809043437358062774</id><published>2008-11-22T16:56:00.003+07:00</published><updated>2008-12-30T19:04:19.313+07:00</updated><title type='text'>Foto janji kelas 6 siap UASBN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SSfcdX323TI/AAAAAAAAACo/d_5tk1UKBuQ/s1600-h/DSC06612.JPG"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SSfcdX323TI/AAAAAAAAACo/d_5tk1UKBuQ/s320/DSC06612.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271424286043069746" /&gt;  &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SSfccikLT4I/AAAAAAAAACg/Y0xmJxlH3f0/s320/DSC06604.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271424271733444482" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SSfccTxu6mI/AAAAAAAAACY/bBQjw-6be6I/s320/DSC06580.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271424267763772002" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SSfccTxu6mI/AAAAAAAAACY/bBQjw-6be6I/s1600-h/DSC06580.JPG"&gt;  &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SSfccN3sNhI/AAAAAAAAACQ/WxavJXXO3Gs/s320/DSC06561.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271424266178147858" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SSfccAzWbwI/AAAAAAAAACI/ORWqAtGoznE/s1600-h/DSC06578.JPG"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SSfccAzWbwI/AAAAAAAAACI/ORWqAtGoznE/s320/DSC06578.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271424262670282498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872378018117835037-4809043437358062774?l=masyhadianas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masyhadianas.blogspot.com/feeds/4809043437358062774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=872378018117835037&amp;postID=4809043437358062774' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/4809043437358062774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/4809043437358062774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masyhadianas.blogspot.com/2008/11/foto-janji-kelas-6-siap-uasbn.html' title='Foto janji kelas 6 siap UASBN'/><author><name>Taman Masyhadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13670500602074341108</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SRuWheGJZkI/AAAAAAAAAAk/1Q63mRsfcFg/S220/DSC05469.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SSfcdX323TI/AAAAAAAAACo/d_5tk1UKBuQ/s72-c/DSC06612.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872378018117835037.post-3578864502955757908</id><published>2008-11-17T00:38:00.003+07:00</published><updated>2008-11-17T00:49:05.908+07:00</updated><title type='text'>orang jawa pintar bahasa inggris</title><content type='html'>tulisan ini hanya bohongan karena hanya hasil dari refleksi iseng saya. jika anda percaya berarti kesehatan pikiran anda patut dipertanyakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. asal usul Es Degan (Es the Gun)&lt;br /&gt;Zaman dahulu ada kompeni yang jalan-jalan ke hutan untuk berburu.ia ditemani pengawalnya dan seorang pribumi. Setelah mereka berjalan kesana kemari sang kompeni kehausan dan ia melihat pohon kelapa yang sangat lebat buahnya. Iapun menginginkan kelapa tersebut dan memanggil pengawalnya. He come here where is the gun setelah mengambil pistol kompeni itu menembak buah kelapa muda dan terjatulah buah kelapa tersebut. Berita tersebut sampai pada telinga pribumi sejak itu ia menamakan kelapa muda dengan sebutan Degan (the Gun) he..h&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Asal usul Gedebok ( get the box)&lt;br /&gt;Dahulu ada pelaut yang terdampar di pulau terpencil di Indonesia ia membutuhkan sebuah tempat untuk membawa barangnya. Dan ketika melihat orang pribumi ia berteriak yes I Get the box orang pribumipun kaget karena ia hanya membawa kerajinan dari pelepah pisang sejak itu pelepah pisang dinamai Gedebok &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Gobek (Go Back)&lt;br /&gt;Gobek dalam istilah jawa berarti menoleh sama dengan bahasa inggris Go Back yang berarti kembali hayooo siapa yang niru..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. ai no reken yu (I'm not  Recoun you)&lt;br /&gt;Wah orang jawa pintar-pintar yah ai no reken yu, aku gak ngereken dan lain lain kata ini sering kita dengar dan sudah tidak asing lagi ternyata ada padanan katanya dalam bahasa inggris I'm not recoun You yang bisa diartikan saya tidak peduli sama kamu. Lho…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. jangan menamai anak anda dengan nama ini&lt;br /&gt;    Sani, Soni, dan Rini &lt;br /&gt;    Sani = sunny yang punya arti selalu kepanasan&lt;br /&gt;    Soni = sonny yang punya arti selalu punya banyak anak&lt;br /&gt;    Rini = Runny yang punya arti selalu kehujanan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872378018117835037-3578864502955757908?l=masyhadianas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masyhadianas.blogspot.com/feeds/3578864502955757908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=872378018117835037&amp;postID=3578864502955757908' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/3578864502955757908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/3578864502955757908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masyhadianas.blogspot.com/2008/11/orang-jawa-pintar-bahasa-inggris.html' title='orang jawa pintar bahasa inggris'/><author><name>Taman Masyhadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13670500602074341108</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SRuWheGJZkI/AAAAAAAAAAk/1Q63mRsfcFg/S220/DSC05469.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872378018117835037.post-4923535977071169444</id><published>2008-11-16T12:19:00.000+07:00</published><updated>2008-11-16T12:21:45.394+07:00</updated><title type='text'>BIDADARI KECIL</title><content type='html'>Suara hatiku bergema &lt;br /&gt;Saat ku memejamkan mata&lt;br /&gt;Terdengar riak Air yang berasal dari dalam kalbu&lt;br /&gt;Dan embun putih yang menyejukan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disitulah peri- peri kecilku tertawa &lt;br /&gt;Berlari-lari penuh  keriangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar juga tangis sahdu &lt;br /&gt;Sebagai tanda  kegalauan&lt;br /&gt;Salah satu dari Bidadari kecilku, Peri kecilku&lt;br /&gt;Wajah cantik itu menjadi semakin kemerah-merahan&lt;br /&gt;Ketika air matanya membasahi pipinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pejuang kecilpun datang &lt;br /&gt;Dengan Bersayapkan cahaya keikhlasan&lt;br /&gt;Lembut tuturkatanya meluluhkan kegalauan adiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sang Bidadari kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya mereka bermain sambil belajar &lt;br /&gt;Melompat-lompat riang, membuat gunung-gunungan dari pasir, kejar kejaran &lt;br /&gt;Meniup Balon, menerbangkan layang –layang&lt;br /&gt;Semuanya tertawa penuh bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka melihatku penuh  makna &lt;br /&gt;Terselimuti cahaya cinta &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian semuanya terbang &lt;br /&gt;Dan Langit biru tertutup oleh sinar masa depan   &lt;br /&gt;Cemerlang nan menyejukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memandangnya penuh harap&lt;br /&gt;Harapan seorang guru pada muridnya &lt;br /&gt;Pada peri-peri kecilku&lt;br /&gt;Untuk mengarungi waktu Dan meyelami hidup&lt;br /&gt;Kemudian tumbuh menjadi insan penyebar keharuman &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih memejamkan mata &lt;br /&gt;Menuggu saat itu tiba&lt;br /&gt;Masa lalu yang menjadi kenangan dan masa depan mewujudkan harapan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872378018117835037-4923535977071169444?l=masyhadianas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masyhadianas.blogspot.com/feeds/4923535977071169444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=872378018117835037&amp;postID=4923535977071169444' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/4923535977071169444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/4923535977071169444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masyhadianas.blogspot.com/2008/11/bidadari-kecil.html' title='BIDADARI KECIL'/><author><name>Taman Masyhadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13670500602074341108</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SRuWheGJZkI/AAAAAAAAAAk/1Q63mRsfcFg/S220/DSC05469.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872378018117835037.post-8417511478731195020</id><published>2008-11-16T12:15:00.000+07:00</published><updated>2008-11-16T12:18:14.414+07:00</updated><title type='text'>PUISI MURID SAYA</title><content type='html'>INDONESIA MERDEKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;indonesia merdeka&lt;br /&gt;Indonesia betapa sangat malangnya dirimu&lt;br /&gt;engkau perjuangan harta bendamu&lt;br /&gt;nyawa martabat engkau pertaruhkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berperang&lt;br /&gt;berperang demi kemerdekaan&lt;br /&gt;belanda jepang engkau kalahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kami adalah penerus generasimu&lt;br /&gt;kami akan tetap menjagamu&lt;br /&gt;dan kemerdekaanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belajar&lt;br /&gt;belajar itu yang kami lakukan&lt;br /&gt;demi kesejahteraanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi apakah&lt;br /&gt;Indonesia sudah merdeka&lt;br /&gt;belum Indonesia belum merdeka&lt;br /&gt;dari korupsi kejahatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kejahatan terus menerus&lt;br /&gt;menimpa Indonesia&lt;br /&gt;kejahatan manusia&lt;br /&gt;seperti hewan&lt;br /&gt;BY :ROIS&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872378018117835037-8417511478731195020?l=masyhadianas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masyhadianas.blogspot.com/feeds/8417511478731195020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=872378018117835037&amp;postID=8417511478731195020' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/8417511478731195020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/8417511478731195020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masyhadianas.blogspot.com/2008/11/puisi-murid-saya.html' title='PUISI MURID SAYA'/><author><name>Taman Masyhadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13670500602074341108</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SRuWheGJZkI/AAAAAAAAAAk/1Q63mRsfcFg/S220/DSC05469.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872378018117835037.post-4119868204766894814</id><published>2008-11-16T12:14:00.000+07:00</published><updated>2008-11-16T12:15:30.393+07:00</updated><title type='text'>Merah Putih</title><content type='html'>Indonesia merah&lt;br /&gt;Merah dalam keberanian, Merah membela kebenaran,  membela penindasan&lt;br /&gt;Merah untuk rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia putih&lt;br /&gt;Putih dalam berfikir, Putih memperjuangkan nilai-nilai luhur&lt;br /&gt;Putih untuk rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa aku harus malu Menjadi merah putih&lt;br /&gt;Jika merah putih seperti itu&lt;br /&gt;Apa aku harus putus asa Menjadi merah putih &lt;br /&gt;Jika cacat kemerdekaan masih terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sekuat karang walau tubuh sekecil ini&lt;br /&gt;Aku adalah embun yang menyejukan walaupun sekarang masih tersembunyi&lt;br /&gt;Aku tetap akan bangga mengibarkan merah putih &lt;br /&gt;Karena aku masa depan merah putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BY HDY&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872378018117835037-4119868204766894814?l=masyhadianas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masyhadianas.blogspot.com/feeds/4119868204766894814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=872378018117835037&amp;postID=4119868204766894814' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/4119868204766894814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/4119868204766894814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masyhadianas.blogspot.com/2008/11/merah-putih.html' title='Merah Putih'/><author><name>Taman Masyhadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13670500602074341108</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SRuWheGJZkI/AAAAAAAAAAk/1Q63mRsfcFg/S220/DSC05469.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872378018117835037.post-8435669278461484498</id><published>2008-11-16T12:09:00.000+07:00</published><updated>2008-11-16T12:13:49.163+07:00</updated><title type='text'>sebuah tanda</title><content type='html'>kamu tahu, lihatlah&lt;br /&gt;gadis kecil itu menangis di tempat yang tak semestinya&lt;br /&gt;dipojok terminal yang sarat dengan kesemrawutan&lt;br /&gt;dan kebusukan kebusukan&lt;br /&gt;ia bersahabat dengan luka yang menganga&lt;br /&gt;dan bergaul dengan kepedihan dan noda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukan karena lapar&lt;br /&gt;karena baru saja ia memakan kehampaan&lt;br /&gt;bukan juga karena kumal karena tak pantas yang dipakai itu disebut baju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia masih memeluk dingin&lt;br /&gt;dengan ditemani temaram sinar bintang&lt;br /&gt;sedangkan orang orang berbahagia dengan berjalan ditengah temaram&lt;br /&gt;dan membutakan nuraninya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada yang menganggap&lt;br /&gt;apalagi memberi kehangatan&lt;br /&gt;manusia-manusia bebal akan cahaya mengapa?&lt;br /&gt;jangan memalingkan muka&lt;br /&gt;rasakan tajam matanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nyinyir, berlalu sambil berteriak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa !&lt;br /&gt;jangan bicara dendam&lt;br /&gt;apalagi anak sekecil itu&lt;br /&gt;di hanya ingin merasakan manisnya&lt;br /&gt;menangis dipelukan orangn tuanya&lt;br /&gt;kemudian berlari-lari dengan kelinci ditaman hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siapa yang pantas dipanggil ibu&lt;br /&gt;siapa yang pantas dipanggil ayah&lt;br /&gt;siapa yang pantas dibanggakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah.. ia terlahir tak diharapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan bicara  keindahan malam&lt;br /&gt;malam telah menjadi saksi yang memilukan&lt;br /&gt;dan aku akan pergi seperti mimpi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872378018117835037-8435669278461484498?l=masyhadianas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masyhadianas.blogspot.com/feeds/8435669278461484498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=872378018117835037&amp;postID=8435669278461484498' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/8435669278461484498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/8435669278461484498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masyhadianas.blogspot.com/2008/11/sebuah-tanda.html' title='sebuah tanda'/><author><name>Taman Masyhadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13670500602074341108</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SRuWheGJZkI/AAAAAAAAAAk/1Q63mRsfcFg/S220/DSC05469.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872378018117835037.post-2923102026426181117</id><published>2008-11-16T11:58:00.003+07:00</published><updated>2008-11-16T12:08:44.958+07:00</updated><title type='text'>SELAMAT JALAN</title><content type='html'>Selang beberapa hari setelah kematian Jihadi Ikhtari  sahabat masa kecilku aku dan fikin membuat lagu untuk mengenangnya.&lt;br /&gt;dan tak terasa ketika waktu berlalu aku kembali mengingatnya ketika adik sahabatku tersebut menjadi muridku, melihatnya aku teringat padanya pada senyum manisnya  selamat jalan sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INI LIRIK LAGUNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat saat bersama&lt;br /&gt;Melihat engkau tertawa&lt;br /&gt;Bersama kita isi hari&lt;br /&gt;Dengan canda&lt;br /&gt;Walau hanya  sekilas ku merasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama kita berbuat&lt;br /&gt;Tunjukan yang terbaik untuk dunia&lt;br /&gt;Dulu engkau berkata&lt;br /&gt;Dengan senyum&lt;br /&gt;Tuk selalu mendukungku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan bisakah kita rasakan&lt;br /&gt;Kenangan saat indah bersama 2X&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan kawanku&lt;br /&gt;Kini kau gapai mimpimu&lt;br /&gt;Hilangnya canda tawamu&lt;br /&gt;Membuat sepi hari-hariku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kusadari kau telah pergi&lt;br /&gt;Tetaplah dengan senyummu&lt;br /&gt;Walau ku tak ada di sisimu&lt;br /&gt;Kawan&lt;br /&gt;Slamat jalan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872378018117835037-2923102026426181117?l=masyhadianas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masyhadianas.blogspot.com/feeds/2923102026426181117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=872378018117835037&amp;postID=2923102026426181117' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/2923102026426181117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/2923102026426181117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masyhadianas.blogspot.com/2008/11/selamat-jalan.html' title='SELAMAT JALAN'/><author><name>Taman Masyhadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13670500602074341108</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SRuWheGJZkI/AAAAAAAAAAk/1Q63mRsfcFg/S220/DSC05469.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872378018117835037.post-6512321774776278824</id><published>2008-11-16T11:45:00.003+07:00</published><updated>2008-11-16T11:57:33.016+07:00</updated><title type='text'>PUASA SEBUAH PERENUNGAN DAN PENYADARAN</title><content type='html'>Sahabat pada abad ini kita telah memasuki zaman modernisasi. Zaman yang penuh dengan tantangan dan harapan-harapan. Kita selaku umat islam  dituntut untuk survive. Jika kita tidak benar-benar mampu merespon perubahan zaman. kita akan tergelincir dalam lembah kegelapan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modernisme  telah mengantarkan kita  pada zaman dimana segala sesuatu serba sistematis, spesifikasi dan prosedural dan mengutamakan evektifitas waktu. Sehingga teknologi menjadi sangat penting. Dan tidak ada kebutuhan tanpa teknologi  (mesin dan teknologi informasi) yang kemudian mempengaruhi kehidupan umat manusia baik itu pada pola hidup, pemikiran maupun pada pandangan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi modernisasi juga mengakibatkan ketimpangan sosial. Tidak bisa dipungkiri ditengah laju peradaban yang semakin mengglobal, terjadi juga berbagai bentuk dehumanisasi ( kemiskinan, penindasan, kebodohan, keterbelakangan, pemerkosaan dst ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapitalis dalam alam modernisasi telah menciptakan hirarki sosial yang sangat tidak berimbang, antara masyarakat feodal (orang –orang bermodal besar, pengusaha, penguasa dst) dengan masyarakat marginal (kaum terpinggirkan).  Ketika masyarakat feodal semakin jaya dan mencengkram kuat pada saat itu masyarakat marginal semakin tertindas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat gedung gedung pencakar langit didirikan. disaat itu terjadi penggusuran-penggusuran pemukiman kumuh yang mengakibatkan  kesengsaraan pada rakyat miskin. Ketika para elit politik menghabiskan uang untuk kemenangan partainya. disaat itu para pramuwisma sedang berjuang untuk mencari sesuap nasi. Disaat para artis menghabiskan jutaan rupiah untuk membeli gaun mewah disaat itu anak jalanan membutuhkan banyak pakaian yang layak untuk dipakai . disaat anak pengusaha merayakan pesta pernikahanya dengan segala gemerlap mewahnya pesta tersebut. disaat itu para buruh sedang tertunduk lesu meratapi nasibnya karena di PHK. Dan disaat kita sedang senang bercengkrama bersama keluarga kita. pada saat itu anak-anak yatim di panti asuhan mendambakan kehangatan kasih sayang keluarga.  tetapi nyatanya anak-anak yatim itu sedang memaksakan diri untuk tegar ditengah gemuruh ombak kehidupan. Disaat kita memutuskan membelanjakan  uang lebih kita untuk makan-makan bersama teman-teman kita  disaat itu anak berpakaian kumal sedang memandang langit dan menghapus air matanya karena putus sekolah dengan sebab tidak punya biaya. Dan ketika seorang bapak tua terpaksa mencuri karena istri jomponya memerlukan perawatan serius dirumah sakit kemudian tertangkap lalu dikeroyok massa. Hiruk pikuk kota tetap menjadi saksi tanpa arti, seorang ibu berpakaian minim sedang menangis dipinggir jalan pada malam yang sunyi ketika teringat bahwa dia melacurkan diri karena berharap anak-anaknya bisa makan dan sekolah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat  realitas diatas benar benar terjadi. Dikota , dipinggir kota bahkan didesa sekalipun. Ketimpangan sosial telah mengakibatkan paradox kehidupan yang sangat kompleks. Kita saat ini mungkin hanya diam, atau protes, atau juga ragu, atau kita mengolok-olok jalan hidupnya, atau kita acuh tak acuh atau kita memiriskan hati kemudian berdo'a. Agaknya  hanya kita sendiri yang tahu. Tetapi realitas diatas benar-benar terjadi . dan entah kita sedang apa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebangaimana telah diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa   ( Al baqoroh : 183). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat ketika kita menjalani puasa. Puasa yang setiap tahun sekali selalu kita jalankan. Secara doktrinal kita semua tahu bahwa puasa hukumnya wajib dilaksanakan orang yang beriman. Dan kita selaku umat islam yaitu umat yang beriman selalu menjalankan ibadah puasa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kuantitatif kita (umat islam ) selalu menjalankan ibadah puasa satu bulan penuh. Alhamdulillah hal ini patut disyukuri sebagian besar masyarakat kita mampu menjalankanya. Tetapi secara kualitatif kita tidak tahu sudahkah  kualitas tagwa kita bertambah, sudahkah kita mendapatkan bulan 1000 bulan pada tiap-tiap romadlan, sudahkah kita menjalani puasa sepenuhnya karena Allah swt. yang jelas hanya Allah swt yang mengetahui dan kita selaku hambanya berusaha untuk mencapai kesempurnaan puasa  dengan niat yang benar-benar tulus dan ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, salah satu hikmah puasa adalah menumbuhkan kesadaran sosial. dalam berpuasa  diperlukan perenungan dan pemaknahan kehidupan. Rasa lapar dan haus yang kita rasakan dapat menumbuhkan rasa simpati dan empati terhadap sesama saudara –saudara kita yang sedang kesusahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas kehidupan masyarakat marginal diatas benar-benar terjadi nah dengan puasa kita dididik untuk menyadari bahwa kita tidak sendiri , kita hidup bersama saudara-saudara kita yang hidupnya  kurang beruntung. Dengan puasa kita diajarkan untuk bersyukur bahwa kita lebih beruntung dari orang lain, kita juga diajarkan untuk saling tolong-menolong, sehingga kita diharapkan untuk mengoreksi dan menganalisa  struktur-struktur kehidupan yang tidak memihak kepada keadilan. Yang kemudian berlanjut pada tataran aksi pada individu maupun masyarakat . insyaallah, jika kita benar-benar mampu menyadari dan merenungi hakekat-hakekat puasa maka segala bentuk dehumanisasi sedikit demi sedikit akan segera terkikis. Akhirnya penulis mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga amalan ibadah kita diterima  oleh Allah swt. Amin. wassalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872378018117835037-6512321774776278824?l=masyhadianas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masyhadianas.blogspot.com/feeds/6512321774776278824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=872378018117835037&amp;postID=6512321774776278824' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/6512321774776278824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/6512321774776278824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masyhadianas.blogspot.com/2008/11/puasa-sebuah-perenungan-dan-penyadaran.html' title='PUASA SEBUAH PERENUNGAN DAN PENYADARAN'/><author><name>Taman Masyhadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13670500602074341108</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SRuWheGJZkI/AAAAAAAAAAk/1Q63mRsfcFg/S220/DSC05469.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872378018117835037.post-4049632803779466122</id><published>2008-11-16T11:36:00.001+07:00</published><updated>2008-11-16T11:42:39.984+07:00</updated><title type='text'>kancil pilek</title><content type='html'>Hari ini disebuah kerajaan rimba, Singa si raja hutan mengumpulkan seluruh penghuni hutan. mereka kemudian berduyun - duyun memenuhi panggilan singa. Tak satupun yang tak hadir . semua tahu reputasi singa yang kejam. Jika tidak mematuhi, nyawa pasti melayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semuanya berkumpul singa berbicara " Hai penghuni hutan. Hari ini saya sedang marah dan sangat-sangat terganggu."  " Ada apa gerangan sehingga paduka tidak nyaman."   Sambil senyam-senyum dengan sikap ramah yang dipaksakan jerapah memberanikan diri untuk mengeluarkan kata. Jerapah tahu jika menggunakan bahasa kasar dan salah sedikit saja. Nyawa pasti melayang. jerapah adalah satu-satunya penghuni hutan yang sudah sepuh sehingga ia merasa pantas untuk mewakili seluruh penghuni hutan sebagai juru bicara walaupun seluruh penghuni hutan yang lain muak padanya. " gak usah banyak menjilat apa kamu pikir dengan senyam-senyum seperti itu dapat terhindar dari amukanku." Jerapah kemudian diam ia tak mau mengambil resiko. Kemudian singa berbicara dengan sangat keras.&lt;br /&gt;" Saya terganggu dengan bau busuk disini. Bau yang membuat saya tidak bisa tidur." Aku yakin bau busuk itu berasal dari kalian jika kalian tidak mau mengaku. Tubuh kalian akan saya cincang" . Bentak singa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua penghuni hutan diam . mereka takut. Siapa yang tidak tahu dengan bau busuk itu. Semuanya mengetahuinya bahwa bau itu berasal dari tubuh singa itu sendiri karena singa tidak pernah mandi. Semua juga tahu bahwa singa yang kejam itu tidak mau aibnya terbongkar dan sekarang  sedang mencari kambing hitam&lt;br /&gt;Singa kemudian menunjuk salah satu penghuni hutan. " Garangan apa kamu mencium bau busuk disini". Garangan yang ketakutan itu menjawab sambil terbata-bata " Sa… sa… sssayya .. tttiidk  menciiumnyya padukduk..dukkaa". singa geram " dasar garangan pembohong siapa yang punya hidung pasti merasakan bau busuk ini".&lt;br /&gt;Tergeletaklah garangan bersimbah darah diatas tanah. garangan telah mati. " Siapa yang mau bernasib seperti garangan ini". Singa semakin marah. Kemudian ia memanggil monyet dan menanyainya " monyet, kamu tahu ada bau busuk disini". "Tahu paduka". Jawab monyet. Singa bertanya lagi  " Bau itu dari mana ". Maaf paduka, bau itu dari tubuh paduka karena paduka tidak pernah mandi ". jawab monyet dengan jujur. Kepala monyetpun terpisah dari tubuhnya . sambil mengumpat singa mengaung kemudian berkata " Beraninya dia menghina saya seperti itu ".&lt;br /&gt;Kini giliran anjing yang diintrogasi " Anjing jawab dengan jujur ". singa melihatnya dengan tatapan  meradang. Anjing yang penjilat kemudian menjawab". Saya yakin bau itu bukan berasal dari paduka " . " paduka adalah mahluk yang paling tampan di rimba ini". Dengan suara lantang anjing kemudian menunjuk para penghuni hutan yang lain " paduka, merekalah biang keladinya. Bau itu pasti ulah mereka karena tidak suka dengan paduka". " kalau saya sich, sangat suka dengan paduka".&lt;br /&gt;Singa kemudian tersenyum sinis kepada anjing. "dasar anjing penjilat tipe-tipe penghiat anjing kurang ajar….". sang anjing akhirnya mati.bersimbah darah para  penghuni hutan yang tersisa semakin cemas ibarat pepatah mereka  bagaikan memakan buah simalakama. Maju kena mundur kena . jujur berarti menghina dan merongrong kekuasaan singa.bohong berarti melanggar hokum. Melanggar hokum singa berarti mati. Lidah mereka semakin kelu, darah mereka semakin membeku melihat bangkai-bangkai temanya berserakan di depan mereka. Mereka masih tidak menemukan jawaban yang pas dihati singa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga sampai akhirnya pada giliran si kancil yang cerdas. Dengan tenang si kancil melenggang berjalan menuju singa. " Saya paduka ". " ya, kamu siapa lagi". Jawab singa dengan ketus. Singa kemudian mulai mengintrogasi " kamu tahu bau itu bau apa?, dan dari mana?'.  Kancil kemudian menjawab " maaf paduka, kondisi saya sedang tidak Fit.Saya sedang pilek,  hidung saya tersumbat jadi ngak tahu apa-apa tentang bau busuk". Singa kemudian tertawa " oke, karena kamu pilek kamu boleh pulang". Singapun lega penghuni hutan seperti ini yang bisa diandalkan pura-pura pilek jika mengetahui kebobrokan dirinya. Wajah seramnya kini menjadi sumringah.&lt;br /&gt;Kemudian singa berkata kepada semua penghuni hutan yang tersisa  " gimana apakah kalian juga pilek seperti kancil". Semua penghuni hutan yang tersisa menjawab dengan serempak " ya, kami semua pilek dan akan selalu pilek".singa kemudian tersenyum kemudian berkata lagi " kalau gitu kalian boleh pulang , tapi janji kalian harus tetap pilek dan gak usah berobat ke dokter". Semua menjawab " Enggeeeeh".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872378018117835037-4049632803779466122?l=masyhadianas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masyhadianas.blogspot.com/feeds/4049632803779466122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=872378018117835037&amp;postID=4049632803779466122' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/4049632803779466122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/4049632803779466122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masyhadianas.blogspot.com/2008/11/kancil-pilek.html' title='kancil pilek'/><author><name>Taman Masyhadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13670500602074341108</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SRuWheGJZkI/AAAAAAAAAAk/1Q63mRsfcFg/S220/DSC05469.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-872378018117835037.post-5365818882669818803</id><published>2008-11-14T00:42:00.008+07:00</published><updated>2008-12-30T18:59:17.715+07:00</updated><title type='text'>dokumentasi persahabatan MI YKUI Sambogunung</title><content type='html'>sangat menyenangkan penuh persahabatan, keakraban dan riang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SRxs6Up0MGI/AAAAAAAAABo/zzECELfrmbI/s1600-h/Picture+101.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SRxs6Up0MGI/AAAAAAAAABo/zzECELfrmbI/s320/Picture+101.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268205413348946018" /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SRxrizk75uI/AAAAAAAAABg/8Zwg7z7pUPA/s320/Picture+004.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268203909821490914" /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SRxs6Up0MGI/AAAAAAAAABo/zzECELfrmbI/s1600-h/Picture+101.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SRxp8iKabzI/AAAAAAAAABY/0iAEINt3Jvw/s1600-h/Picture+087.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SRxp8iKabzI/AAAAAAAAABY/0iAEINt3Jvw/s320/Picture+087.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268202152800186162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/872378018117835037-5365818882669818803?l=masyhadianas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://masyhadianas.blogspot.com/feeds/5365818882669818803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=872378018117835037&amp;postID=5365818882669818803' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/5365818882669818803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/872378018117835037/posts/default/5365818882669818803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://masyhadianas.blogspot.com/2008/11/dokumentasi-persahabatan-mi-ykui.html' title='dokumentasi persahabatan MI YKUI Sambogunung'/><author><name>Taman Masyhadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13670500602074341108</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SRuWheGJZkI/AAAAAAAAAAk/1Q63mRsfcFg/S220/DSC05469.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nynm5CxEGZM/SRxs6Up0MGI/AAAAAAAAABo/zzECELfrmbI/s72-c/Picture+101.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
